WNA Belum Bisa Diterima Melalui Bandara YIA

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Yogyakarta perlu ditingkatkan menjadi kelas II atau I agar mempermudah YIA menerima WNA di DIY.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja / Susilo Wahid
Kondisi Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo pada Jumat (31/1/2020) 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Yogyakarta perlu ditingkatkan menjadi kelas II atau I agar mempermudah YIA menerima warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke DIY.

Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama belum lama ini di Kompleks Kepatihan.

Pandu menjelaskan, pihaknya menyampaikan adanya Permenkum HAM Nomor 26 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada November 2020 lalu.

Aturan tersebut menjelaskan, Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) atau tempat penerimaan WNA hanya tedapat di tujuh bandara di Indonesia.

Bandara tersebut yakni Bandara Kualanamu Batam, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hassanudin, Bandara Sam Ratulangi, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Sedangkan YIA belum termasuk dalam Permenkumham tersebut, yang artinya YIA belum dapat menerima wisatawan mancanegara,” jelas Pandu.

Padahal menurut dia, YIA'>Bandara YIA secara infrastruktur dan fasilitas sudah siap untuk menerima penerbangan Internasional, dan memang telah direncanakan untuk menjadi salah satu gerbang masuk untuk wisatawan internasional di Indonesia.

“Hal tersebut diperkuat dengan adanya Candi Borobudur yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Priorotas,” imbuhnya.

Lanjutnya, alasan belum termasuknya YIA'>Bandara YIA dalam Permenkum HAM Nomor 26 Tahun 2020 adalah faktor kesiapan daerah dan kelas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Yogyakarta yang masih berada di kelas IV.

Sedangkan untuk memenuhi kriteria KKP yang diperlukan adalah kelas II.

“Untuk itu kami mengusulkan kepada Ngarsa Dalem, untuk memberikan rekomendasi kepada KKP agar ditingkatkan menjadi kelas II atau I,” paparnya.

“Serta memberikan fasilitas karantina sementara di hotel Mutiara yang berkapasitas 300 orang untuk warga negara asing yang datang ke Yogyakarta untuk menunjang kesiapan DIY,” sambungnya.

Usulan tersebut, kata Pandu, disambut baik oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Ngarsa Dalem sangat setuju dengan usulan tersebut karena memang Yogyakarta sudah disiapkan untuk menerima wisatawan mancanegara,” terangnya.

“Untuk itu, beliau akan bersurat kepada Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan evaluasi Permenkum HAM Nomor 26 Tahun 2020 dan Kementerian Kesehatan, serta Kemenpan-RB terkait peningkatan kelas KKP yang berada di DIY,” sambungnya.

Sementara itu, terkaut peningkatan kelas KKP, Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan, Pemda DIY akan bertanggungjawab dan siap dalam memfasilitasi peningkatan kelas KKP penerbangan internasional.

Ia menyatakan bahwa Pemda DIY siap mendukung langkah tersebut.

Hal ini diperlukan untuk kebaikan peningkatan pelayanan.

Menurut dia, akan merugikan bila ada orang asing yang tidak bisa masuk karena kelas KKP-nya belum memadai.

Sehingga kesiapan ketika orang asing datang pun harus dilakukan sebagai tanggung jawab dari Pemda DIY.

“Karena warga negara asing yang masuk harus dikarantina dulu dan itu menjadi tanggung jawab Pemda DIY yang tentu sudah kita siapkan,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved