Kuliner

Thiwul Panggang Mbak Rub Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh yang Awet

Metode panggang inilah yang membuat thiwul buatan Rubikem bisa awet beberapa hari sehingga cocok dijadikan oleh-oleh.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Santo Ari
Rubikem menunjukkan thiwul panggang dan aneka olahan lainnya. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Siapa sangka, thiwul, makanan tradisional ini bisa dijadikan oleh-oleh dengan inovasi yang unik.

Rubikem, warga Dusun Cempluk, RT 05, Mangunan, Dlingo, Bantul ini membuat penganan berbahan dasar singkong ini dengan dipanggang.

Metode panggang inilah yang membuat thiwul buatan Rubikem bisa awet beberapa hari sehingga cocok dijadikan oleh-oleh.

Thiwul Panggang Mbak Rub, menjadi merk usaha Rubikem.

Dirinya mengaku bertujuan melestarikan makanan tradisional thiwul ini.

Sejak lama dirinya telah membuat thiwul, tetapi ia baru memulai produksi dan mengedarkannya setelah daerah tempat tinggalnya banuak dikunjungi wisatawan karena pemandangan alamnya.

“Jadi awalnya, saya punya mertia di Sumatera. Dia suka minta dikirimi thiwul,” ungkapnya belum lama ini.

“Agar bisa awet, maka saya buat thiwul panggang ini. Dan karena ada wisata juga, maka saya titipkan di toko oleh-oleh dan warung, Alhamdulillah laku juga,” ujarnya.

Ia mengaku, peran pariwisata memang sangat membantu dalam proses pemasaran thiwul panggangnya.

Terlebih, di daerah tersebut banyak wisata alam yang terkenal, seperti Kebun Buah Mangunan, dan beberapa wisata alam hutan pinus.

Thiwul Panggang 1
Aneka olahan thiwul bikinan Rubikem.

Rubikem enggan menyiakan kesempatan itu.

Thiwul buatannya ia titipkan ke warung atau toko oleh-oleh di sekitar lokasi wisata.

Inovasi thiwul panggangnya ini pun hadir dengan berbagai varian rasa.

Ada rasa cokelat, keju, anas, nangka, dan buah naga.

Tak cukup di situ saja, Rubikem juga berinovasi dengan membuat thiwul krispi, tepung thiwul siap saji, dan gathot cepat saji.

Aneka makanan olahan tersebut tentunya awet lebih lama.

Thiwul panggang bikinannya bisa tahan hingga lima hari.

Sedangkan thiwul krispi bisa awet hingga empat bulan.

Sementara tepung thiwul dan gathot bisa awet sampai satu tahun.

“Untuk tepung ini, tinggal dicuci dan dikukus. Setelah itu bisa langsung dinikmati,” katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved