Setahun Terakhir, Kunjungan ke Candi Borobudur Anjlok Karena Pandemi

Hanya ada 996.000 wisatawan yang datang berkunjung ke Borobudur di 2020, merosot tajam dibandingkan kunjungan 2019 lalu yang mencapai 4,39 juta orang.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan pada 2020.

Tahun lalu, hanya ada 996.000 wisatawan yang datang berkunjung ke candi.

Angka tersebut merosot tajam dibandingkan kunjungan 2019 lalu yang mencapai 4,39 juta orang.

Penurunan ini terjadi akibat dampak pandemi covid-19 yang berpengaruh pada aktivitas wisata.

“Pandemi ini sangat terasa sekali dibandingkan sebelumnya (pengunjung),” ungkap General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana, Minggu (3/1/2021).

“Untuk tahun 2020, kita di angka 996 ribu pengunjung yang datang ke Candi Borobudur,” paparnya.

Ia menguraikan, dari 996.000 orang tersebut sebanyak 31.000 orang adalah wisatawan mancanegara,

Sebagian lainnya adalah wisatawan nusantara.

Penurunan tersebut, kata Putu terjadi karena dampak pandemi.

Taman Wisata Candi Borobudur sempat menutup destinasi selama empat bulan lalu.

Kunjungan baru dibuka kembali pada 25 Juni 2020 dengan kuota yang terbatas.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jauh sekali. Tahun lalu kita bisa tempuh angka 4,39 juta, sementara ini hanya 996 ribu pengunjung yang datang saat pandemi covid-19,” ujarnya.

“Penurunan ini karena kita sempat empat bulan tutup, awal buka 25 Juni secara perlahan ada kenaikan terus,” tuturnya.

“Kuota yang diberikan sampai saat ini baru 4.000 pengunjung yang diizinkan untuk masuk ke Candi Borobudur,” jelasnya.

Pihak Taman Wisata Candi Borobudur berharap, di tahun 2021 jumlah pengunjung naik.

Kenaikan diharapkan terjadi seiring dengan adanya pemberian vaksin covid-19.

Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan berwisata dengan aman.

“Untuk 2021 mudah-mudahan setelah vaksin diberikan ke seluruh Indonseia, kemungkinan di awal belum kelihatan, mengkin pertanganan 2021. Insyaallah pengunjung bisa normal kembali,” katanya.

Concourse dari jalan utama menuju halaman candi akan dilebarkan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2021 mendatang.

Gerbang utama atau main gate juga dibenahi, serta atraksi di dalam taman wisata akan ditambahkan.

“Kementerian PUPR akan melebarkan concourse, kemudian membenahi main gate,” tuturnya.

“Nanti ada atraksi-atraksi baru yang akan dibuat manajemen seperti Borobudur Study Center akan diteruskan, berikut infrastruktur Candi Borobudur,” tutupnya. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved