Menelusuri Jejak Song Pedang Girikarto di Gunungkidul

Sebuah tebing dengan tinggi sekitar 15 meter di Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul memiliki misteri tersembunyi.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Situs Song Pedang di Pedukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. Penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa situs ini pernah digunakan sebagai hunian di masa prasejarah. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Sebuah tebing dengan tinggi sekitar 15 meter di Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul memiliki misteri tersembunyi di balik wujudnya.

Tebing karang putih ini dasarnya membentuk ceruk yang agak menjorok mendalam.

Namun, di dasar tanahnya banyak ditemukan benda tak lazim seperti kulit-kulit kerang bertebaran.

Padahal, lokasinya terbilang jauh dari tepi laut. Lingkungan sekitarnya pun cenderung dikelilingi perkebunan warga.

Priyadi (36), warga setempat menuturkan, ada banyak ceruk tebing serupa di sekitarnya.

Namun, hanya Song Pedang, nama tempat ini, yang punya keunikan tersendiri.

“Kalau yang lain ya berupa ceruk atau bahkan gua karst putih seperti ini,” ungkapnya.

“Tapi cuma di Song Pedang ini ditemukan banyak bekas kulit kerang,” sambung Priyadi.

Song Pedang 2
Sisa kulit kerang yang ditemukan di Song Pedang. Sisa ini banyak ditemukan bertebaran di situs tersebut.

Keberadaan Song Pedang ini pun telah lama diketahui warga setempat.

Meski tak pernah difungsikan secara khusus, Priyadi menuturkan, ada banyak cerita yang beredar mengenai situs tersebut.

Cerita yang paling umum didengar yakni bahwa Song Pedang dulunya bekas dasar laut.

Namun ada pula yang mengatakan jika situs ini berkaitan dengan kisah kerajaan zaman dahulu, terutama zaman Majapahit.

“Kalau menurut ceritanya, ada peninggalan kerajaan di sini. Seperti emas atau semacam itu,” terangnya.

Julukan Song Pedang sendiri diberikan lantaran konon tempat ini dijadikan orang untuk bertapa demi mendapatkan pedang emas.

Namun, hal itu tak pernah terbukti.

Selebihnya, dikatakan tempat ini jadi persinggahan bagi mereka yang berlindung dari perang.

Bahkan ada yang menyebut Song Pedang jadi salah satu lokasi persembunyian harta Majapahit tersbesar.

Alhasil, Priyadi menyebut ada orang-orang luar yang ingin “menguak” harta tersebut, tetapi warga setempat tak mengizinkan.

Priyadi sendiri memilih menggunakan akal sehat.

Menurutnya, bisa jadi dulu memang ada peninggalan dari kerajaan tersebut di sini.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved