Kuliner

Ini Dia Dua Ikon Menu Kaya Rasa dari Jambuluwuk yang Menggugah Selera

Keduanya adalah menu tradisional yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan makanan yang kaya akan citarasa.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Santo Ari
Dua sajian ikon khas Jambuluwuk yang menggoda lidah. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Ada menu berbeda yang ditawarkan Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta.

Dua menu ini begitu kaya rasa dan eksklusif, yang hanya bisa didapatkan di jaringan hotel Jambuluwuk yang tersebar di Indonesia.

Anton Yanwar, Executive Chef & Food Beverage Manager Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta mengatakan, kedua menu tersebut adalah ikon dari Jambuluwuk.

Semua unit Jambuluwuk dipastikan menyediakan menu tersebut.

Kedua menu tersebut adalah Sego Luwuk dan Bebek Bale Agung.

Keduanya adalah menu tradisional yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan makanan yang kaya akan citarasa.

Sego Luwuk

Sajian ini merupakan menu yang terdiri dari beberapa rangkaian item.

Di antaranya yakni nasi (sego) gurih, tumis daun pepaya, sambal goreng kerang, dan dendeng sapi.

Nasi gurih dalam menu ini dibuat dengan santan dan tambahan bumbu lain yang membuatnya menjadi gurih.

Sedangkan tumis daun pepaya diolah sedemikian rupa dengan tetap mempertahankan rasa pahitnya.

Chef Anton menuturkan, dirinya tak akan menghilangkan rasa pahit dari daun pepaya, tetapi hanya menguranginya saja.

Sehingga ciri khas dan citarasanya tetap terjaga.

Jambuluwuk Malioboro Hotel 2
Menu Sego Luwuk

Kemudian ada sambal goreng kerang yang menjadi pelengkap menu ini dengan rasa pedas dan rasa khas dari kerang itu sendiri.

Seluruhnya disempurnakan dengan manisnya dendeng daging sapi yang empuk.

Sego luwuk sendiri memiliki makna filosofi. Nasi gurih menggambarkan berkat dan kemakmuran.

Kemudian tumis daun pepaya menggambarkan hidup yang bersahaja, karena di dalamnya terkandung makna yang menyehatkan walaupun pahit.

Disusul sambal goreng kerang yang menggambarkan ketegaran.

Terakhir dendeng daging sapi yang menggambarkan kerja keras.

“Jadi makna dari Sego Luwuk adalah, kita sebagai manusia diharapkan mempunyai sifat ketegaran, kerja keras, dan selalu bersahaja dalam mengarungi kerasnya kehidupan,” paparnya.

“Sehingga mencapai kemakmuran dan menjadi berkat buat dirinya sendiri dan lingkungannya. Itu filosofi menu yang menjadi ikon di tiap unit Jambuluwuk di manapun berada,” jelasnya.

Bebek Bale Agung

Sesuai namanya, menu ini berbahan dasar daging bebek.

Sementara nama Bale Agung diambil dari salah satu villa terbesar dan termewah Jambuluwuk di Batu, Jawa Timur.

Wilayah tersebut terkenal dengan buah apelnya.

Oleh karena itu, apel dijadikan sebagai kondimen untuk melengkapi racikan bebek yang kaya akan rempah.

Jambuluwuk Malioboro Hotel 3
Menu Bebek Bale Agung khas Jambuluwuk

“Menu bebek ini merupakan masakan tradisional yang diungkep dengan berbagai macam rempah-rempah tradisional. Rasanya gurih kaya akan rempah-rempah,” urainya.

Sedangkan apel diolah bersama timun dan kacang panjang yang dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan sambal.

Rasa yang dihasilkan yakni pedas dari sambal bertemu dengan rasa manis dan asam dari apel dengan warna-warni yang cantik sangat menggugah selera.

“Kedua menu ini, Sego Luwuk dan Bebek Bale Agung bisa dipesan kapan saja bagi Anda yang berkunjung ke Jambuluwuk,” terangnya. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved