Kuliner

Tiwul Cake Kekinian yang ‘Eye Catching’

Di tangan Shabira Dwi Fadhilah, tiwul diolah menjadi cake dengan tampilan yang eye catching alias memikat pandangan mata.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Santo Ari
Shabira Dwi Fadhilah menunjukkan cake tiwul kekinian hasil kreasinya. 

Cake tiwul ini salah satu solusi mengenalkan makanan tradisional ke anak muda,” sambungnya.

“Tampilannya warna-warni, eye catching tapi citarasanya tetap terjamin,” imbuhnya.

Kini, cake tiwul ini telah kondang hingga luar DIY.

Di luar pandemi, saat hari biasa ia bisa menjual puluhan cake tiwul. Sementara di akhir pekan, ratusan cake tiwul keluar dari dapurnya.

Selain dari dalam DIY, pelanggannya berasal dari Jakarta, Surabaya, Malang, Bandung, Puwokerto, Magelang.

Penikmat cake tiwul ini masih berada di lingkup Pulau Jawa. Sebab, selama pengirimannya ia memanfaatkan jasa kereta api dan travel.

“Kalau tiwul hanya bisa tahan satu hari di suhu ruang, maka cake tiwul ini bisa tahan empat hari kalau di dalam suhu ruang,” ungkapnya.

“Kalau di lemari pendingin bisa (tahan) tujuh hari),” tambahnya.

Shabira membuka tokonya di Jalan Modang No. 467 MJ III Jogkaryan, Matrijeron, Kota Yogyakarta.

Selain itu, sejak awal berdirinya Jogja Regale, ia sudah menggencarkan pemasaran melalui website di www.jogjaregale.com dan Instagral @jogjaregale.

Karena telah mengenal pemasaran online, maka dalam masa pandemi ini pun dia tetap bisa produktif dan mengirimkan cake ke luar daerah.

Kini ia berharap semakin banyak orang mengenal tiwul dan menyukai makanan tradisional dari Gunungkidul ini.

“Supaya orang dari luar DIY enggak cuma tahu bakpia saja, di sini banyak oleh-oleh lain dan saya berusaha untuk mengangkat tiwul itu sendiri,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved