Destinasi Wisata

Menilik Watu Gendong, Harta Karun Tersembunyi di Beji Ngawen

Situs Watu Gendong, destinasi ini bisa menjadi alternatif wisata selain pantai. Situs ini berada di Pedukuhan Tungkluk, Kalurahan Beji, Ngawen.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Waru Gendong saat acara pengibaran Seribu Bendera Merah-Putih pada 28 Oktober 2020 silam. 

TRIBUNTRAVEL.COMGunungkidul selalu menjadi andalan jujukan wisata pantai bagi para wisatawan.

Namun, di Bumi Handayani ini, tidaklah melulu tentang birunya lautan dan lembutnya pasir putih.

Situs Watu Gendong, destinasi ini bisa menjadi alternatif wisata selain pantai.

Situs ini berada di Pedukuhan Tungkluk, Kalurahan Beji, Ngawen.

Ketua Desa Wisata Beji, Rahmat Purwohartono menuturkan, sebenarnya situs ini sudah diangkat sebagai destinasi wisata sejak lama.

Namun diakui destinasi ini sempat vakum selama beberapa waktu.

“Awal pengembangan di 2010, lalu vakum. Baru akhir-akhir ini kelompok taruna tergerak mengembangkan lagi Watu Gendong,” ungkapnya.

Senada dengan namanya, Watu Gendong adalah bebatuan gunung yang menyebar di sebuah lapangan.

Setidaknya ada 4 sampai 5 batu berukuran raksasa di sana. Namun, asal-usul batu tersebut masih menjadi misteri.

Meski begitu, mitos berkembang di masyarakat bahwa batu besar tersebut berasal dari Gunung Merapi.

Konon, bebatuan tersebut dibawa dengan cara digendong dan dipikul.

“Makanya dinamakan Watu Gendong oleh warga sini,” jelasnya.

Watu Gendong pun juga masih dijadikan simbol sakral oleh warga sekitar.

Hal tersebut tak lepas dari mitos yang saling berkaitan, mulai dari nama Pedukuhan Tungkluk hingga fungsi batunyan menurut warga.

Untuk mengawali, kini telah dikembangkan paket wisata oleh Pokdarwis.

Pasalnya, tak hanya Watu Gendong, ada berbagai keunikan tradisi budaya, kerajinan, hingga kuliner yang dimiliki.

Rahmat mengungkapkan, warga Beji memiliki keahlian dalam membuat wayang kulit serta berbagai penganan lokal.

Keunikan ini yang akan diangkat dan ditawarkan pada wisatawan.

“Jadi pengunjung akan kami ajak berkeliling Beji sekaligus melihat langsung proses pembuatan kerajinan warga,” terangnya.

Upaya pemuda Beji ini pun menarik perhatian pemerintah Kalurahan hingga Kapanewon.

Bahkan, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul pun ikut memberikan dukungan.

Kasi Objek dan Daerah Wisata Dispar Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, Kalurahan Beji masuk dalam 12 Desa Wisata yang ditetapkan Bupati beberapa waktu lalu.

“Kalurahan Beji saat ini statusnya sebagai Desa Budaya dan Desa Wisata,” ujar Aris.

Ia membenarkan bahwa Beji dengan Watu Gendong-nya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi.

Apalagi didukung dengan bentang alam hingga tradisi masyarakat yang unik.

Melihat potensi tersebut, Dispar Gunungkidul memutuskan untuk memberi dukungan besar.

Apresisasi juga diberikan pada taruna setempat yang mampu mengembangkan secara mandiri.

“Harapannya ada agenda tahunan yang bisa digelar di Watu Gendong, seperti yang sudah ada di Geosite Ngingrong atau Nglanggeran,” paparnya. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved