Selama Libur Nataru Pengunjung Candi Borobudur Dibatasi 4.000 Per Hari

Batasan pengunjung dari Gugus Tugas Provinsi sudah ditetapkan maksimal 4.000 orang per hari.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Taman Wisata Candi Borobudur membatasi jumlah pengunjung Candi Borobudur hanya 4.000 wisatawan per hari selama libur nataru.

Jumlah tersebut sesuai dengan persetujuan dari Satuan Tugas Covid-19 Provinsi dan Kabupaten.

“Batasan pengunjung untuk Gugus Tugas Provinsi sudah ditetapkan 4.000. Maksimal itu tidak boleh lebih,” ujar General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Ngurah Sedana, Kamis (24/12/2020).

“Kita harus patuh dengan Gugus Tugas Provinsi atau Kabupaten,” imbuhnya.

Taman Wisata Candi Borobudur juga telah menyiapkan sarana dan prasarana menyambut wisatawan yang berkunjung pada masa libur nataru ini.

Pandemi yang masih berlangsung, maka pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang telah ditetapkan oleh pengelola.

Pengunjung wajib mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sebelum masuk, petugas akan melakukan screening suhu badan dan pemeriksaan lain untuk memastikan pengunjung aman dan sehat.

“Tahun-tahun sebelum pandemi kita juga sudah menyiapkan libur nataru, terutama sarana dan prasarana untuk pengunjung, karena ini pandemi, kita fokuskan untuk protokol kesehatan lebih diutamakan,” paparnya.

“Penambahan petugas untuk memberikan arahan atau mengingatkan pengunjung untuk jaga jarak, menggunakan masker itu kita tambah di situ,” lanjutnya.

Penambahan petugas ini dilakukan untuk mengatur protokol kesehatan covid-19 dan melakukan pengamanan candi.

Kini pengunjung juga tidak lagi wajib menyewa guide berbayar.

“Penambahan (personel) sekitar 10 orang. Jadi tugasnya membantu BKB mengatur protokol kesehatan dan mencegah pengunjung jika naik ke candi, membuat kotor, dan lain sebagainya,” tegasnya.

“Kita menjaga agar protokol kesehatan di zona 1 bisa berjalan dengan baik sesuai aturan,” sambungnya.

“Untuk sementara, pengunjung yang lain-lainnya tidak diwajibkan untuk memakai guide. Jadi langsung masuk candi langsung keluar,” urainya.

“Kemudian kita menempatkan tambahan petugas di halaman candi untuk mengatur protokol kesehatan, kemudian mengarahkan pengunjung untuk tidak bergerombol,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved