Libur Nataru Tebing Breksi Lakukan Persiapan

Menyambut libur panjang, pengelola Tebing Breksi menyediakan fasilitas penunjang protokol kesehatan hingga penambahan petugas.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja / Susilo Wahid
Tebing Breksi 

TRIBUNTRAVEL.COM – Destinasi wisata Breksi'>Tebing Breksi menyiapkan diri selama libur panjang nataru.

Ketua Pengelola Breksi'>Tebing Breksi, Kholiq Widianto menjelaskan, sejak bangkit dari pandemi covid-19, Breksi'>Tebing Breksi langsung memenuhi persyaratan dari Dinas Pariwisata Sleman agar bisa melakukan uji coba terbatas.

Menyambut libur panjang, pihaknya menyediakan fasilitas penunjang protokol kesehatan.

Antara lain, wastafel, alat pelindung diri bagi petugas, hingga papan petunjuk agar pengunjung mematuhi protokol kesehatan.

Tak hanya fasilitas, pihaknya juga menambah sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di Breksi'>Tebing Breksi selama liburan.

“Untuk menyambut lburan nataru, kami tambah SDM. Mulai dari bagian tiket, kalau hari biasa hanya 2 sampai 6 orang saja, kami tambah menjadi 12 sampai 15 orang per hari,” jelasnya.

Penambahan petugas di bagian tiket bertujuan agar mengurangi antrean pengunjung yang berpotensi menyebabkan kerumunan.

“Selain itu juga menghindari kemacetan lalu lintas, karena kontur yang datar di depan tiket dan hanya 100 meter,” ungkapnya.

“Bahaya bagi lalu lintas ketika antrian sampai di jalan utama yang konturnya menanjak,” sambungnya.

Pihak pengelola juga menambah personil mereka di bagian keamanan.

Ada 15 orang personil per hari yang ada di bagian keamanan.

Petugas keamanan ini nantinya akan bertugas untuk mengatur lalu lintas.

Ada pula petugas yang akan membantu pengendara mobil yang kesulitan dalam tanjakan.

“Pengalaman kami saat liburan nataru maupun idulfitri banyak pengemudi yang kurang mahir. Bisa karena baru beli mobil atau rental, sehingga belum mahir,” jelasnya.

“Jadi ada teman-teman yang kami sebut sebagai pasukan ganjel. Teman-teman nanti juga akan mengatur lalu lintas, terutama kalau ada bus besar, karena harus buka tutup,” tambahnya.

Ada pula tambahan personil khusus untuk mengingatkan pengunjung dengan megaphone.

Jika biasanya 3 orang, ditambah menjadi 6 hingga 8 orang.

Petugas ini bertugas untuk mengingatkan pengunjung Breksi'>Tebing Breksi agar mematuhi protokol kesehatan.

Untuk itu, petugas megaphone akan bertugas di titik-titik prioritas berkumpulnya pengunjung.

“Alur di Breksi'>Tebing Breksi juga kami putar, supaya menjadi satu jalur. Harapan kami pengunjung bisa menyebar di seluruh tebing,” jelasnya.

“Tidak hanya di depan wayang yang jadi spot utama. Kami masih punya spot yang lain, ada camp ground yang bagus untuk foto, ada warung, homestay juga di Breksi,” terangnya. (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved