Izin Acara Malam Tahun Baru di Kota Yogyakarta Diperketat

Agenda-agenda yang dinilai rawan terjadi kerumunan dan sulit untuk dikendalikan, kemungkinan besar tak diberi rekomendasi.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja / Hasan Sakri Ghozali
Suasana Kawasan Malioboro di Jogja. Spot wisata ini diprediksi bakal dipadati wisatawan saat libur Nataru. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperketat izin untuk acara sepanjang malam tahun baru mendatang.

Agenda-agenda yang dinilai rawan terjadi kerumunan dan sulit untuk dikendalikan, kemungkinan besar tak diberi rekomendasi.

Ketua Harian Satgas Penanganan COvid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, pengumpulan massa yang menimbulkan kerumunan saat pergantian tahun tak akan diberi izin.

Namun, tak berarti pihaknya menutup peluang, dengan syarat massa bisa dikendalikan.

“Misalnya hotel itu kan punya acara-acara internal, tapi tetap saja harus mengikuti prosedur,” jelasnya.

“Yang penting, jangan sampai terjadi kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan covid-19,” lanjutnya.

Ia memandang, kegiatan di dalam hotel selama menjalankan protokol kesehatan dianggap tak masalah.

Apalagi selama ini hotel-hotel juga sudah mewadahi berbagai pertemuan.

Seperti rapat-rapat instansi, atau pernikahan, meski dengan jumlah tamu tamu yang masih dibatasi ketat.

“Jadi, secara prinsip, kalau masih di lingkungan hotel dan bisa dikendalikan, tidak ada kerumunan, tak masalah,” katanya.

“Yang tidak kita keluarkan (izinnya) ialah event di luar yang massanya tidak mungkin dikendalikan itu,” sambungnya.

Namun ia mengakui, meski pihaknya tidak mengeluarkan izin, kerumunan tetap akan terjadi di titik-titik rawan tanpa dilangsungkan acara sekalipun.

Seperti di kawasan Tugu Pal Putih, sepanjang Malioboro, sampai Titik Nol Kilometer.

“Makanya, kita mengantisipasi, karena apapun yang terjadi, orang pasti datang ke titik-titik tertentu untuk merayakan tahun baru,” paparnya.

“Malioboro jadi perhatian, peraturan maksimal 500 orang setiap zona, kemudian segala macam itu, tetap kita terapkan nanti,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya masih mengkaji kemungkinan menutup Malioboro dari kendaraan bermotor atau tidak saat malam pergantian tahun nanti. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved