Unik, Limbah Kayu Dijadikan Lukisan oleh Warga Gunungkidul

Ada daya tarik tersendiri dari lukisan yang dibuat oleh warga Gunungkidul ini. Media lukisnya tak lazim.

Editor: Amalia Nurul F
zoom-inlihat foto Unik, Limbah Kayu Dijadikan Lukisan oleh Warga Gunungkidul
Istimewa
Sarjono saat beraksi melukis di limbah kayu.

TRIBUNTRAVEL.COM – Ada daya tarik tersendiri dari lukisan yang dibuat oleh Florentinus Sarjono (40).

Dirinya membuat karya lukis yang unik. Tak hanya dari goresan cat tapi juga menggunakan media limbah kayu.

Dirinya memanfaatkan limbah kayu produksi perabotan sebagai media melukis.

“Saya ingin mencoba hal yang baru dan berbeda, sesuai saran dari rekan sesame seniman,” ujar warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Gunungkidul ini.

Baginya, kau dan batu identik dengan potensi alam Kabupaten Gunungkidul.

Banyak pengrajin kayu dan batu yang berasal dari bumi handayani ini.

Namun, Sarjono mengaku ide yang didapatnya tak sekali jadi.

Ia berkali-kali gagal mendapatkan lukisan yang sesuai harapan dengan media limbah kayu ini.

Pasalnya, car air yang digunakan menjadi berubag warna setelah beberapa waktu.

“Saya coba terus sembari mencari tahu lewat internet. Setelah tahu tekniknya, akhirnya ad acara yang tepat untuk melukis di media kayu tersebut,” paparnya.

Lukisan Limbah Kayu 2
Florentinus Sarjono (40) warga Gunungkidul yang memanfaatkan limbah kayu sebagai media lukisnya.

Mujur, karya pertamanya menarik minat seorang pembeli. Dirinya pun melepas lukisan tersebut dengan harga Rp300.000.

Membaca peluang, dirinya mencoba mempromosikan karyanya melalui media sosial.

Para pemesan pun secara otomatis ikut membantu mengenalkan karya uniknya tersebut.

Pesanan pun banyak berdatangan. Ia pun telah membuat puluhan lukisan pesanan.

Belum lagi dengan antrean pesanan lain yang menyusul.

“Lukisan saya jual dengan harga mulai Rp500.000 sampai Rp1,2 juta. Dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp5 juta,” tutur pria yang juga juru masak ini.

Sarjono menegaskan tak ingin mematok harga tinggi untuk karyanya.

Sebab menurutnya yang terpenting baginya adalah kepuasan batin karena sudah bisa menyalurkan bakatnya tersebut.

Ia mengisahkan, pernah ada seorang pemesan yang tak memiliki cukup uang.

Tanpa ambil pusing, lukisan pun tetap diselesaikan sesuai permintaan dan beras pun diterina sebagai bayarannya.

“Kalau lihat orang lain senang dengan karya yang saya buat, rasanya sudah puas,” ungkapnya.

Selain melukos, pria plontos ini juga disibukkan dengan usaha kuliner yang tengah dijalankan.

Warung ini pun tetap mampu berjalan stabil walau situasi saat ini masih tak menentu.

Ia berharap berharap kreasi dan inovasi yang dilakukan tetap mampu bertahan karena keunikannya tersebut.

Dirinya juga ingin mengenalkan Gunungkidul lewat karyanya tersebut.

“Seniman Gunungkidul memiliki ciri khas tersendiri, dan saya ingin mengangkat potensi itu,” ucapnya.

Fakta lainnya, Sarjono mengandalkan bakatnya di bidang seni lukis agar ekonomi keluarganya bisa bertahan di tengah pandemi. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved