Wisata Jogja

Bambing Opak Asri, Tempat Rekreasi Asri di Tepi Sungai Opak

Lahan kosong tepi sungai di Bantul disulap jadi taman asri tempat rekreasi yang bermanfaat.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Bambing Opak Asri, tempat rekreasi warga di Desa Canden, Jetis Bantul. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Ada sebuah tempat rekreasi tepi sungai yang tampak asri dan lain daripada yang lainnya.

Lokasi tersebut yakni Bambing Opak Asri, di Desa Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.

Beraneka ragam bunga terlihat tumbuh di destinasi wisata yang berada di tepi Sungai Opak ini.

Di lahan seluas 1,5 hektar ini juga terdapat spot selfie, sejumlah gazebo, hingga ayunan.

Sigit Subroto, warga setempat memiliki sudut pandang tersendiri dalam mengelola tempat rekreasi ini.

Dirinya paham betul, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga, tidak bisa dilakukan dengan cara instan.

Cara yang berkelanjutan menjadi hal yang dipegang Sigit dalam menginisiasi Bambing Opak Asri.

Menurut dia, tempat wisata yang berada di tepian sungai ini baiknya tak hanya mementingkan laba (profit) semata.

Namun juga memiliki benefit atau aspek kebermanfaatan.

“Konsep kita berbasis masyarakat. Modal dan pembuatannya sepenuhnya dari masyarakat,” kata Sigit yang juga Ketua Pokdarwis Bambing Opak Asri, Jumat (4/12/2020).

Kelompok ini beranggotakan 36 warga dari dua RT setempat.

Sigit menuturkan, puluhan warga tersebut bergerak gotong-royong bersama demi terwujudnya Bambing Opak Asri.

Nama ‘bambing’ berarti tebing sungai atau bantaran. Sedangkan Opak Asri bermakna harapan dari segenap warga.

“Semoga tempat di bantaran ini tercipta keasrian,” ujarnya.

Taman Bambing ini pun mengutamakan kemanfaatan, sehingga semua warga desa boleh memanfaaatkan tempat tersebut.

Untuk acara arisan warga, hajatan, belajar, rekreasi, atau sekadar menghadirkan waktu luang.

“Ending-nya adalah untuk fasilitas masyarakat kami,” papar Sigit.

Meski dirinya juga tak menampik bahwa Bambing Opak Asri bisa dimanfaatkan sebagai wisata.

Namun ia mengaku tak ingin warga setempat hanya sebagai penonton saja.

“Kami ingin warga dilibatkan. Karena ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.

Dari Lahan Kosong

Bambing Opak Asri 2
Suasana Bambing Opak Asri.

Sigit mengisahkan, awalnya lahan bantaran Sungai Opak hanyalah kosong milik seorang warga dan tidak dimanfaatkan.

Sigit bersama puluhan warga dan relawan atas persetjuan bersama kemudian berjuang menata tempat tersebut.

Awalnya terkendala modal, tapi semua warga berjuang menggunakan tenaga tak hanya dengan uang saja.

“Proses penataan ini hampir satu tahun. Kami berjuang betul. Hampir setiap malam kami gotong-royong,” ujarnya.

“Kenapa malam? Karena kami tidak mau mengganggu aktivitas warga di sinag hari. Siang hari biarkan untuk mencari nafkah,” ucapnya.

Bambing Opak Asri pun akhirnya mulai dikenalkan setelah lebaran tahun 2019 lalu.

Menurutnya, saat awal dikenalkan itu sempat ramai pengunjung.

Wahana yang ditawarkan seperti spot foto, wisata air menyusuri sungai sepanjang satu kilometer dengan perahu pun banyak diminati.

“Kami punya keunggulan view perbukitan seribu dan hamparan persawahan,” terangnya.

Bila ke depan makin ramai, dirinya hanya ingin melakukan penataan berkelanjutan dan ingin memberdayakan warga setempat dengan berjualan kuliner khas Desa Canden.

Salah satu pengunjung, Pinki Herawati mengaku, keberadaan Bambing Opak Asri sangat membantu.

Terutama untuk tempat belajar besama. Ia dan teman-temannya mengaku sering menghabiskan waktu di taman tersebut.

“Tempatnya bagus. Saya biasa belajar di sini bersama teman-teman,” jelas remaja 15 tahun ini. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved