59 Hotel di Kota Yogyakarta Kantongi Verifikasi Protokol Kesehatan Jelang Libur Akhir Tahun

Jumlah usaha pariwisata di Kota Yogyakarta yang telah terverifikasi protokol kesehatannya terus meningkat jelang libur akhir tahun.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
PROTOKOL KESEHATAN - Para tamu hotel wajib mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh di lobi hotel pada saat check in maupun check out dan wajib untuk memakai masker. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Jumlah usaha pariwisata di Kota Yogyakarta yang telah terverifikasi protokol kesehatannya terus meningkat jelang libur akhir tahun.

Keamanan dan kenyamanan wisatawan selama masa liburan pun akan lebih terjamin.

Kabid Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Edi Sugiharto menuturkan, hingga 4 Desember 2020 terdapat 59 hotel, 15 restoran, dan 5 bidang usaha lain telah terverifikasi.

Jumlah tersebut bisa terus bertambah, mengingat verifikasi masih berlangsung.

Kata dia, para pelaku usaha yang sudah terverifikasi tersebut konsisten dalam penerapan protokol kesehatan di setiap jenis layanannya.

Bukan tanpa alasan, satu kali saja melanngar aturan, maka mereka pun harus menanggung akibat yang tentu merugikan diri sendiri.

“Selama ini kami belum pernah mencabut surat keterangan hasi verifikasi, ya,” ungkapnya.

“Namun, seandainya melanggar ketentuan, otomatis suratnya tersebut tidak berlaku lagi,” imbuh Edi, Jumat (4/11/2020).

“Ya, lokasi usaha harus siap bertanggungjawab, akibat tidak diterapkan protokol kesehatan sesuai amanat Perwal No. 51 Tahun 2020, sekaligus melanggar surat pernyataan yang sudah dibuatnya sendiri itu,” jelasnya.

Lanjutnya, selain verifikasi oleh jajaran Pemkot Yogyakarta, proses sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) oleh pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

“Itu program pusat. Diselenggarakan Kemenparekraf dan dilaksanakan lembaga sertifikasi,” ujarnya.

Kedua program tersebut, kata Edi, sebenarnya memiliki esensi yang serupa yakni untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan sebaik mungkin, oleh pelaku pariwisata.

Sebab itu, ia mengimbau, alangkah baiknya ketika pemilik usaha mengikuti keduanya.

“Sebenarnya kebijakan verifikasi dilakukan Pemkot lebih dulu. Tapi, tidak masalah, di lapangan dua program ini bisa jalan bersama,” katanya.

“Jadi, lebih baik dua-duanya, atau minimal salah satu sudah melaksanakan, karena sebenarnya prinsipnya kan sama,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved