Kuliner

Bebek Keplak, Kuliner Anyar Dengan Cita Rasa Alami Bumbu Desa

Bebek keplak menggunakan racikan bumbu desa alami tanpa penyedap rasa atau non MSG.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Bebek goreng dengan racikan bumbu desa, yang ada di warung makan Bebek Keplak di Sriharjo, Imogiri, Bantul. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Bebek goreng merupakan makanan yang familiar bagi masyarakat kebanyakan.

Apalagi dengan berbagai macam olahan bebek dengan bumbu dan cita rasa khas masing-masing.

Triati dan Sudarmono, pasangan pengusaha muda Bantul ini membuka peluang dengan membuka usaha baru bebek goreng.

Pasangan ini sejatinya telah memiliki dan mengelola Griya Dahar Mbok Sum di wilayah Mangunan, Dlingo.

“Kami sudah puna ayam goreng kampung. Jadi kami ingin coba usaha lain dengan konsep yang lebih sederhana,” ujar Triati.

Dirinya pun membuka Warung Bebek Keplak di Jalan Siluk – Sriharjo, Bantul.

Bebek Keplak 2
Sajian bebek keplak dengan bumbu alami khas desa yang menggugah selera.

Jalur tersebut menurutnya tidak seperti jalur Mangunan yang merupakan spesifik jalur wisata.

“Jadi harapannya, jangkauan pelanggan juga lebih universal. Bukan cuma wisatawan,” katanya.

Tentang nama Bebek Keplak, Triati menjelaskan, bebek keplak memiliki makna ‘tepuk’.

Mengapa keplak, karena sebelum dimasak, bebek terlebih dahulu akan ditepuk-tepuk.

“Dengan ditepuk-tepuk maka harapannya bumbu akan lebih meresap,” jelasnya.

Soal rasa, daging bebek keplak memiliki cita rasa gurih dan sedikit asin dengan tekstur empuk.

Berbeda dengan usaha serupa lainnya, bebek keplak lebih tercium aroma bumbunya.

Sebab, bebek keplak menggunakan racikan bumbu desa alami tanpa penyedap rasa.

“Istilahnya non MSG. Kami tanpa penyedap rasa,” ujar Triati.

Harga yang ditawarkan untuk bebek goreng utuh yakni Rp120.000 lengkap dengan kepala dan ati ampela.

Sedangkan untuk bebek sepermpat potong tanpa kepala dan ati ampela dipatok harga Rp25.000 per porsi.

Bebek Keplak 3
Bebek keplak dengan aneka sayur dan lalap pendampingnya.

Menu lainnya yang juga tersedia yakni rica-rica mentok Rp20.000 per porsi.

Serta ada rica-rica ayam kampung dengan harga Rp27.000 per porsi.

Sajian kuliner olahan unggas ini lebih terasa nikmat dengan pelengkap sayur daun pepaya dan kulit melinjo.

“Untuk nasi, kita bebas. Boleh ambil sepuasnya,” ujarnya.

Warung Bebek Keplak ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved