Kuliner Ekstrem

Kuliner Ekstrem, Kepala Kambing Bumbu Khas Tegal

Mungkin membuat bergidik saat mendengar kepala kambing menjadi menu makanan. Siapa sangka, menu olahan ini telah terkenal di pantura.

Editor: Amalia Nurul F
Dok Congore Wedhus
Menu olahan di Congore Wedhus. Berbahan dasar daging kepala kambing ditambah berbagai menu lain yang menggugah selera. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kambing biasa diolah menjadi bermacam-macam jenis kuliner.

Bagian dagingnya tentu sudah lumrah dimasak menjadi sate, tongseng, atau gulai.

Namun, bagaimana jika kepala kambing diolah menjadi sajian kuliner yang menggoda lidah?

Mungkin membuat bergidik saat mendengar kepala kambing menjadi menu makanan.

Siapa sangka, menu olahan ini sejatinya telah tenar di daerah pantura, tepatnya di daerah Tegal.

Kuliner ini dikenal dengan nama daging kepala kambing bakar.

Kamu bisa mencoba datang ke warung makan Congore Wedhus untuk menyicip kuliner ekstrem ini.

“Di Tegal masyarakatnya sering menyebutnya congor (mulut) padahal sebenarnya bukan hanya mulut, tapi ada pipi, lidah, dan bagian kepala kambing lainnya yang dijadikan dagingnya,” ungkap Anjario, pemilik warung Congore Wedhus.

Menu ini disajikan dengan bumbu khas Tegal, kemudian dibakar dengan arang, dan disajikan dengan sambel kecap yang khas dan menjadi signature warung ini.

Selain itu, sebagai pendamping, ada tumis pepaya dan kuah kaldu segar yang membuat orang merasakan daging tersebut benar-benar sesuatu yang baru di lidah.

“Harga pun terjangkau mulai 10 ribuan,” ujar Anjar, sapaan akrabnya.

Makin mantap, menu ini bisa dikombinasikan dengan empat varian sambal.

Mulai dari sambal kecap (signature), sambal rica, sambal Lombok ijo, dan sambal jeruk.

Sementara, minuman yang pas untuk menemani hidangan ini ada wedang sari dan wedang selasih yang aromanya sangat Tegal.

Congore Wedhus 2
Penampakan warung makan Congore Wedhus di sebelah barat fly over Janti.

Anjar menambahkan, warung yang dikelolanya ini memiliki motto “surgone wong urip” (surganya orang hidup).

Karena setiap hari Senin ada program ‘makan secukupnya, bayar seikhlasnya’.

“Total penjualan khusus hari Senin akan disumbangkan ke Panti ASuhan Madania Jogja,” tuturnya.

Tak disangka, konsep tersebut dilirik oleh dr.Tirta.

Bahkan sempat dijadikan story di Instagram miliknya.

“Motto tersebut sangat relevan, di samping makanannya enak, pelanggan pun mendapatkan pahala ketika makan di warung ini,” jelasnya.

Jika hendak menyicip kuliner ini, datang saja ke warung yang terletak di barat pertigaan fly over Janti.

Informasi lebih lengkap lainnya bisa ditilik di Instagram @congore.wedhus atau akun TikTok congore.wedhus. (Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved