Shopping

Melihat Pasar Kali Online di Kali Code

PKO dipilih karena punya hubungan erat dengan letak Kampung Ledok Tukangan ysng berada di dekat Kali Code. dan punya banyak produk yang ditawarkan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
PASAR KALI ONLINE - Salah satu inisiator PKO. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pasar Kali Online (PKO) diinisiasi oleh sejumlah warga di Ledok Tukangan, Danurejan, bantaran Kali Code, Kota Yogyakarta.

Ada sekitar 30 orang yang berinisiatif memasarkan produk secara daring untuk membangkitkan perekonomian warga di tengah pandemi.

Anang Nashichudin (42) salah satu inisiator PKO menuturkan, gerakan ini dibentuk karena melihat kondisi warganya yang banyak kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

“Kebanyakan warga sekitar bermatapencaharian sebagai buruh. Akibat pandemi banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan,” ungkap Anang belum lama ini.

Lanjutnya, nama PKO dipilih karena punya hubungan erat dengan letak kampun urban ini.

Kampung Ledok Tukangan ini berada di dekat Kali Code. Serta bermacam-macam produk yang ditawarkan daring mengindikasikan adanya kegiatan pasar online.

Pasar Online Kali Code 2
Suasana kampung di tepi Kali Code, Ledok Tukangan.

Kegiatan ini telah dikembangkan sejak Maret 2020.

“Mulanya sejak Maret 2020 lalu. Awalnya penjualan dilakukan antar warga saja. Namun karena kurang efektif, kami terus lakukan inovasi,” paparnya.

“Hingga akhirnya pada Agustus penjualan sudah dilakukan dengan memanfaatkan tiga platform digital yaitu Instagram, Facebook, dan situs web,” jelasnya.

Tiap platform penjualan digital diberi nama yang sama yakni PKO.

Kebanyakan produk yang dijual adalah produk kuliner.

Jika hendak memesan produk, pembeli dapat mengikuti arahan yang sudah dijelaskan di masing-masing platform penjualan.

“Untuk berjualan di PKO, produk yang ditawarkan harus berbeda. Sehingga tidak boleh berjualan dengan jenis produk yang sama. Agar tidak terjadi kecemburuan,” kata dia.

Produk yang dibeli pun bisa diantarkan langsung ke rumah pemesan.

“Nantinya, produk yang sudah dibeli bisa diantar langsung ke rumah pelanggan. Untuk penggunaan sepeda, biaya pengiriman sebesar 10 ribu rupiah untuk lokasi sekitar ring road,” terangnya.

“Sedangkan sepeda motor untuk lokasi yang sama ongkos kirim hanya tiga ribu rupiah. Pengantarnya pun mandiri dari warga setempat juga,” sambungnya.

Anang menambahkan, warga setempat cukup terbantu penjualannya.

Terlihat dari hasilnya, satu orang penjual mampu menjual produknya hingga 24 porsi per hari.

Sementara itu, ketika hanya berjualan antar warga setempat, produknya hanya laku tiga porsi saja.

“Meskipun tak banyak, setidaknya mampu memutar perekonomian warga selama pandemi ini,” kata Anang.

Dirinya berharap, dengan media pasar online ini dapat membuat masyarakat lebih jeli dalam memanfaatkan teknologi, khususnya warga di lingkungannya,

Ke depan, jika situasi telah kondusif, PKO akan dibuka offline (luring). Namun sistem pemesanan masih dilayani secara online.

“Jadi pembeli dapat langsung datang ke lokasi untuk menikmati pemandangan Kali Code. Nantinya juga disediakan musik dan sastra,” ungkapnya. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved