Staycation Jadi Alternatif Hotel Tarik Para Tamu

Kampanye staycation atau berlibur di daerah asal sendiri dilakukan untuk menjaring tamu agar mau berwisata.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menggencarkan penerapan protokol kesehatan dalam berwisata.

Upaya yang dilakukan satu di antaranya yakni menerbitkan verifikasi penerapan protokol kesehatan di hotel dan restoran.

Namun, meski telah dilakukan verifikasi , ada PR yang harus dilakukan yakni bagaimana menjaring tamu agar mau berwisata.

Kampanye staycation atau berlibur di daerah asal sendiri pun dilakukan.

Hal itu menjadi strategi saar hotel ataupun restoran kesulitan menjaring tamu dari luar daerah.

Bisa jadi orang dari luar daerah takut untuk berwisata di DIY ataupun terkendala PSBB yang mengakibatkan tak bisa berkunjung ke daerah lain.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menjelaskan, untuk menjaring tamu dari daerah sendiri, telah banyak hotel restoran yang memberikan harga promo.

Deddy juga menekankan pada setiap anggota agar tidak menyalahgunakan promo ini dengan cara-cara yang tidak benar.

Misal, menyediakan obat-obatan terlarang atau prostitusi, yang semata bertujuan agar hotel atau restorannya lebih laris.

“Selain memberikan harga promo, juga ada paket-paket wisata,” ujarnya.

Lanjutnya, di masa pandemi ini setiap hotel yang telah beroperasi menerapkan harga pandemi.

Misalnya, hotel bintang lima menerapkan harga kamar mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3 juta.

Begitu pula hotel dengan bintang di bawahnya juga menerapkan harga yang lebih murah.

“Ini bukan untuk mencari keuntungan pendapatan atau revenue. Tapi untuk mengurangi kerugian,” terangnya.

“Dan kamar juga tidak dibuka semua, hanya 50 persen saja,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait Pranatan Anyar Plesiran DIY, DIY menyatakan bahwa PHRI sudah sejak awal mempunyai dan menerapkan protokol kesehatan.

PHRI telah memberikan masukan dan aturan apa yang harus disiapkan hotel dan restoran untuk menerima tamu.

Salah satu upayanya adalah melakukan verifikasi hotel restoran yang menerapkan protokol kesehatan.

Dirinya juga berharap agar Pranatan Anyar tak hanya dilakukan oleh PHRI saja, tapi juga diterapkan oleh stakeholder pariwisata yang lain.

Pihaknya mencatat, setidaknya ada 168 dari 400-an hotel dan restoran di DIY yang beroperasi hingga Agustus 2020.

Dari 168 itu  yang sudah terverifikasi sekitar 70 persen. Jumlah tersebut akan terus ditambah, agar perekonomian DIY dari sektor wisata terus dapat ditingkatkan. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved