Inovasi Membudidayakan Ikan Gabus? Begini Caranya, Bisa Pakai Pakan Pelet

Ikan dengan nama latin Channa striata itu hidup di sungai, rawa dan dikenal liar sehingga cukup sulit dibudidayakan.

Editor: ribut_raharjo
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
BUDI DAYA - Camat Banguntapan Fauzan Muarrifin (kiri) melihat budi daya ikan gabus milik Gunawan di Manggisan, Jambidan, Banguntapan. 

TRIBUNJOGJATRAVEL.COM, BANTUL - Gabus adalah ikan predator yang hidup di air tawar. Jenisnya karnivora, biasa memangsa pelbagai jenis serangga, dan pemakan hewan kecil lainnya.

Ikan dengan nama latin Channa striata itu hidup di sungai, rawa dan dikenal liar sehingga cukup sulit dibudidayakan.

Tetapi dengan semangat dan keinginan untuk terus mencoba, Gunawan Suwandono, 49, warga Dusun Manggisan, RT 04, Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul akhirnya berhasil mengembangbiakan ikan ini.

"Awalnya, ya, sempat gagal karena memang cukup sulit. Tapi terus berusaha lagi, dan akhirnya berhasil," kata Gunawan, mengawali cerita, saat ditemui di rumahnya, Jumat (16/10).

Saat ini, di rumah Gunawan, terdapat ribuan anakan ikan gabus yang ditampung dalam empat kolam hasil pengembangbiakan.

Umurnya baru satu bulan dan berukuran sekitar satu jari kelingking. Menariknya, anakan ikan gabus tersebut tidak diberi pakan serangga ataupun ikan kecil seperti umumnya jenis hewan karnivora. Tetapi justru diberi pakan pelet.

Menurut Gunawan, supaya anakan ikan Gabus mau diberi pakan pelet, ada perlakukan tersendiri. Pertama-tama, ketika anak ikan gabus baru menetas, dipisahkan dalam kolam.

Selama satu minggu diberi makan cacing sutra. Tetapi menginjak usia delapan hari, secara perlahan anak-anak ikan gabus harus diberi makanan campuran cacing dan pelet.

Setelah umur 20 hari, anakan ikan gabus dipindahkan ke kolam yang lebih luas untuk pembesaran. "Di usia ini, pemberian makan sudah full pakai pelet," ucap Gunawan.

Inovasi pemberian pakan itu menurutnya belajar autodidak, dari pengalaman kegagalan budi daya sebelumnya.

Modal 4 indukan

Ia bercerita, budidaya ikan gabus yang tengah ditekuninya itu belum lama. Baru berjalan sekitar dua bulan.

Awalnya, berangkat dari coba-coba, kerena banyak yang gagal membudidayakan ikan gabus.

Bermodalkan empat indukan liar, Gunawan memulai proses pemijahan. Percobaan pertama sempat gagal. Ribuan anakan ikan gabus mati.

"Karena waktu itu belum tau makanannya (ikan gabus)," jelas dia.

Saat ini, dengan inovasi uji coba makanan kombinasi campuran cacing dan pelet hasilnya cukup memuaskan. Jika dibandingkan dengan pemberian pakan katak kecil ataupun serangga, pakan pelet diakuinya lebih efektif.

Camat Banguntapan, Fauzan Muarrifin saat meninjau langsung kolam budi daya ikan gabus milik Gunawan mengaku terkejut dengan keberhasilan itu.

Sebab, selama ini ikan gabus merupakan komoditas yang cukup langka. Ia mengaku mendukung agar ke depan Gunawan bisa terus mengembangkan budi daya bibit ikan gabus.

"Seperti zaman dulu sempat booming sentra bibit gurami, nila, dan lele. Mudah-mudahan jenis bibit ikan lain, termasuk ikan gabus ini bisa semakin berkembang," ucapnya. (Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved