Masker dari Bahan Batik Lukis di Yogyakarta Makin Digandrungi

Lukisan-lukisan yang sudah digambar oleh tangannya kini berubah menjadi bentuk yang baru, masker kain dengan motif batik tulis.

Editor: ribut_raharjo
Istimewa
Melinda Tutas Indini (35) membuat lukisan batik pada untuk dijadikan bahan dalam pembuatan masker kain produksi Batik Seno, di Jalan Mantrijeron, kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJATRAVEL.COM, YOGYA - Berbicara pandemi tak melulu berkaitan dengan kesedihan.

Banyak orang yang memanfaatkan momentum ini sebagai ajang membantu sesama, membuka peluang pekerjaan baru, atau bahkan ada yang melakukan keduanya.

Seperti yang dilakukan Melinda Tutas Indini (35), pemilik Batik Seno di Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Awalnya, usahanya yang bergerak di bidang seni lukis batik memang sempat tersendat akibat hantaman pandemi Covid-19.

Kehilangan pasar menjadi satu di antara alasan usahanya mengalami penurunan.

"Merebaknya pandemi membuat usaha lukisan saya sempat lumpuh. Karena, tak adanya wisatawan yang datang berkunjung, padahal pangsa pasarnya di situ," jelasnya kepada Tribun Jogja, tempo hari.

Tak ada transaksi pembelian pada Maret hingga April 2020, membuatnya terpaksa menutup sementara toko lukisan batiknya.

Namun, berdiam diri tanpa melakukan hal yang produktif nampaknya bukanlah bagian dari pribadinya yang sudah tekun bekerja sejak usia muda.

Seketika, terlintaslah ide untuk memanfaatkan lukisan-lukisan batik yang sudah dibuatnya menjadi barang yang dibutuhkan pada kondisi pandemi ini, masker kain menjadi pilihannya.

"Saat itu masker medis sangat langka. Kemudian pemerintah memperbolehkan menggunakan alternatif kain untuk dijadikan masker. Dari situ mulailah membuat masker dengan memanfaatkan lukisan yang tak laku tersebut," ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved