Kangen Jogja

Membuka Dua Kotak Memori Berbeda di Pasar Ngasem

Membuka kotak memori di Pasar Ngasem. Dua nostalgia berbeda dari dua generasi berbeda.

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Suasana Pasar Ngasem saat ini tampak rapi dan bersih. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kawasan Kota Yogyakarta seolah menyimpan berbagai memori bagi setiap pendatang maupun penduduk aslinya.

Berbagai ungkapan hingga lagu tentang Yogyakarta menjadi bukti kota ini juga begitu lekat di ingatan manusianya.

Mari menengok satu lokasi di seputaran Keraton Yogyakarta, Pasar Ngasem.

Pasar ini terletak di Jalan Polowijan Nomor 11 Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Pasar Ngasem kini memang tampak rapi setelah dilakukan revitalisasi sekitar satu dekade silam.

Anak-anak muda masa kini menyimpan memori Pasar Ngasem sebagai sumbernya kegiatan seni dan kreativitas.

Plaza Ngasem yang berada di bagian dalam pasar memang kerap menjadi wadah kegiatan seni.

“Saya sering ke sini dulu buat lihat pertunjukan teater-teater,” ungkap Anisa Rahmawati (26) warga Sleman yang tengah menikmati sore di Plaza Ngasem bersama teman-temannya.

Bahkan Anisa dan teman-temannya mengaku tidak menyangka jika dulunya Pasar Ngasem ini merupakan pasar burung dan aneka satwa.

“Nggak tahu kalau di sini itu pasar burung. Tahunya ya udah rapi seperti sekarang ya,” kata Titik Ernawati (28) warga Magelang yang merupakan teman Anisa.

“Tempatnya jadi bersih, rapi, nggak terlihat kumuh. Jadi nggak terlihat bekasnya sama sekali kalau di sini dulu pasar burung. Sekarang nyaman aja,” sambungnya.

Plaza Ngasem
Plaza Ngasem menjadi wadah anak muda Yogyakarta berkesenian dan berkreasi.

Dari kacamata anak muda, benar, Pasar Ngasem kini menjadi tempat tujuan yang asyik untuk melepas penat.

Dalam ingatan mereka, Pasar Ngasem juga bagian dari objek wisata yang tak mungkin dilewatkan.

Namun, berbicara Pasar Ngasem di masa lalu, ada kotak memori berbeda yang disimpan oleh generasi sebelumnya.

Pasar Ngasem dulu menjadi pusat keramaian tersendiri. Aneka jenis burung berikut pakan dan sangkarnya tumpah ruah hingga jalanan di luar pasar.

Seperti yang dikisahkan Yuni (49). Sejak ia lahir hingga sekarang, ia banyak bersentuhan dengan Pasar Ngasem dan sekitarnya.

Yuni mewarisi kios sangkar burung dan berbagai perlengkapan memelihara unggas lainnya yang masih bertahan di lingkungan Pasar Ngasem.

Pasar Ngasem 3
Kios milik Yuni menjadi satu dari beberapa kios di sekitar Pasar Ngasem yang masih menjual perlengkapan memelihara unggas.

Ratusan pedagang burung dan satwa lainnya yang berada di dalam lingkungan Pasar Ngasem telah direlokasi di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) yang terletak di Jalan Bantul.

“Dari saya lahir tahun 1971 Pasar Ngasem ini sudah ada. Lalu berkembang pelan-pelan, sampai akhirnya dipindah PASTHY,” kata Yuni, Jumat (2/10/2020).

“Di sini sekarang hanya pasar tradisional untuk bahan pangan. Hewan, pakan, dan lainnya pindah di PASTHY,” sambungnya.

Pasar Ngasem 5
Setelah direvitalisasi, Pasar Ngasem menjadi lebih rapi dan tertata.

Yuni mengisahkan, Pasar Ngasem dulu begitu ramai. Pedagang unggas dan sangkar berjubel di dalam pasar.

“Iya itu, penjual pakan burung, kroto itu sampai yang jual digigiti semut-semutnya,” kenangnya.

Selain itu, kondisi pasar saat itu juga tak serapi dan sebersih sekarang.

Pasar Ngasem 4
Salah satu lorong di Pasar Ngasem yang sepi dan tampak bersih.

Kata Yuni, lorong-lorong pasar tampak kumuh.

Meski demikian, Pasar Ngasem membawa kenangan tersendiri baginya.

“Kalau belanja itu kan sekeluarga, ibu-ibu belanja sayuran, yang bapak-bapak belanja pakan burung. Jadi sekalian,” ujarnya.

Yuni beserta empat pemilik kios lainnya menjadi kios terakhir di kawasan pasar yang masih menjual kebutuhan memelihara burung dan unggas.

“Sisa lima kios. Ini saya meneruskan ibu saya, jadi turun-temurun. Semua yang jualan di sini turun-temurun,” kata dia.

Meski tak lagi ramai seperti dahulu kala, Yuni mengaku masih memiliki pelanggan setia di kiosnya.

“Masih ada yang beli sini, masih setia. Karena mungkin kalau ke PASTHY jauh,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved