Kangen Jogja

Membuka Dua Kotak Memori Berbeda di Pasar Ngasem

Membuka kotak memori di Pasar Ngasem. Dua nostalgia berbeda dari dua generasi berbeda.

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Suasana Pasar Ngasem saat ini tampak rapi dan bersih. 

Yuni mengisahkan, Pasar Ngasem dulu begitu ramai. Pedagang unggas dan sangkar berjubel di dalam pasar.

“Iya itu, penjual pakan burung, kroto itu sampai yang jual digigiti semut-semutnya,” kenangnya.

Selain itu, kondisi pasar saat itu juga tak serapi dan sebersih sekarang.

Pasar Ngasem 4
Salah satu lorong di Pasar Ngasem yang sepi dan tampak bersih.

Kata Yuni, lorong-lorong pasar tampak kumuh.

Meski demikian, Pasar Ngasem membawa kenangan tersendiri baginya.

“Kalau belanja itu kan sekeluarga, ibu-ibu belanja sayuran, yang bapak-bapak belanja pakan burung. Jadi sekalian,” ujarnya.

Yuni beserta empat pemilik kios lainnya menjadi kios terakhir di kawasan pasar yang masih menjual kebutuhan memelihara burung dan unggas.

“Sisa lima kios. Ini saya meneruskan ibu saya, jadi turun-temurun. Semua yang jualan di sini turun-temurun,” kata dia.

Meski tak lagi ramai seperti dahulu kala, Yuni mengaku masih memiliki pelanggan setia di kiosnya.

“Masih ada yang beli sini, masih setia. Karena mungkin kalau ke PASTHY jauh,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved