Pameran

Pameran Seni Rupa FKY 2020 Digelar Luring dan Daring

Pameran seni rupa Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 digelar secara daring dan luring, memberi kesempatan pengunjung menikmati karya langsung

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Instalasi media campur "Sailed to the Death" dalam Pameran Seni Rupa FKY 2020. 

TRIBUNTRAVEL.COMPameran seni rupa Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 digelar secara luring dan memberi kesempatan pengunjung menyaksikan langsung karya seniman.

Pameran ini digelar di gedung baru kompleks Museum Sonobudoyo dan difungsikan pertama kali dalam FKY 2020 ini.

Tak kurang dari 4 lantai dari 7 lantai di dalam gedung digunakan sebagai ruang pamer FKY 2020.

Dalam pameran ini, menghadirkan karya 33 seniman dengan ragam sebaran medium mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual, dan performance.

Seluruhnya ditempilkan dengan format kunjungan langsung dan kunjungan virtual melalui website www.fkymulanira.com.

Direktur Kreatif FKY, Gintani Nur Apresia Swastika menuturkan, beberapa seniman yang berpartisipasi antara lain, Sugeng Oetomo, Bioscil, The Freak Show Man, Wow The Rock, Timoteus Anggawan Kusno, Handiwirman Saputra, dan lainnya.

Menarik, sebagian dari karya yang dipamerkan mengangkat tema dan realita yang berkaitan dengan pandemi covid-19.

Seperti lukisan karya Hadi Soesanto yang berjudul New Hope yang dibuat untuk mengapresiasi para petugas Posko Dukungan TRC BPBD DIY.

Ada pula karya kreasi Chrisna Fernand yang berupa instalasi media campur, dibuat untuk menghormati para pekerja medis yang telah gugur dalam berjuang menghentikan gelombang virus covid-19.

Instalasi ini digambarkan dengan tenaga medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD), tampak sedang berlayar di suatu perahu bertuliskan ‘Death Racer’. Instalasi ini diberi judul Sailed to The Death.

Selain itu, ada karya seniman Sugeng Oetomo, seorang penata lampu pertunjukan yang melakukan kerja artistik di belakang panggung dan jarang dilihat penonton.

“Praktik kerjanya sejalan dengan semangat Akar Hening di Tengah Bising yang menjadi tema FKY 2020,” ujar Gintani.

Berikutnya, ada karya Bioscil, pegiat film yang berfokus memberikan edukasi tontonan pada anak-anakk di sekolah dan kampung-kampung.

Aktivitas mereka didasarkan atas kegelisahan pada tontonan anak-anak hari ini yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Pameran seni rupa ini membuka kunjungan pada 21-26 September 2020 pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Dalam sehari, kunjungan dibagi menjadi 3 sesi dan setiap sesi dibatasi maksimal 30 pengunjung.

Masyarakat yang ingin berkunjung harus melakukan pendaftaran di laman web www.fkymulanira.com. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved