Destinasi

Wisata Unik di Magelang, Menikmati Indahnya Sungai Progo dengan Getek

Objek wisata ini mengajak wisatawan mengarungi keindahan Sungai Progo menggunakan getek.

Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Wisatawan menikmati suasana menaiki perahu getek di Wisata Getek Bambu di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (20/9/2020). 

“Setelah pandemi ini, banyak anak-anak yang pada di rumah. Ada yang bekerja dari rumah. Terus ada ide untuk bikin kegiatan membuat getek lagi,” sambungnya.

Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Muda Mudi Pucungan Candirejo atau Gempar pun segera membuat getek ini.

Tanpa modal sepeser pun dan bantuan bambu dari warga, mereka bergotong-royong membuat perahu rakit dari bambu ini.

Tak perlu waktu lama, getek bambu jadi dalam waktu dua hari.

Wisata Getek Bambu 5
Wisata Getek Bambu akan dikembangkan lagi dengan membuat spot foto di dermaga.

Pembuatan getek dilakukan pada Juli 2020 lalu. Sedangkan wisata mulai beroperasi pada 18 Agustus 2020.

“Ini bikinnya sekitar habis lebaran bulan Juni-Juli 2020. Tapi mulai diresmikan pada 18 Agustus 2020,” tuturnya.

“Geteknya baru ada dua. Kapasitas yang besar sebanyak 15 orang, kapasitas getek yang kecil, tujuh orang penumpang. Panjangnya untuk getek ukuran besar 16 meter,” urainya.

Satu kali perjalanan menggunakan getek berdurasi 20-30 menit.

Satu rombongan terdiri dari enam orang, cukup membayar Rp30.000.

Tiga orang penyantang akan menemani para pengunjung selama menaiki getek.

Pelampung untuk keamanan juga selalu dikenakan.

“Rutenya dari sini ke atas sana, durasi sekitar 20-30 menit. Harganya Rp30.000 per enam orang. Dioperasikan 2-3 orang,” jelasnya.

Wisata getek bambu ini pun mulai ramai didatangi wisatawan sejak dibuka Agustus lalu.

Rata-rata tiap akhir pekan bisa menerima 8-10 rombongan.

Wisatawan paling banyak memang datang pada akhir pekan.

Pada hari biasa, wisata getek tetap buka, kecuali Jumat libur.

“Rata-rata hari Minggu per rombongan, Sabtu-Minggu 8-10 rombongan. Banyak yang datang ke sini, gowes. Lalu, mereka naik getek, menyeberang ke seberang sana. Sepedanya dinaikkan ke atas getek,” katanya.

Wisata Getek Bambu 2
Pesepeda hendak menyeberang sungai menggunakan getek.

Keberadaan Wisata Getek Bambu ini diharapkan dapat menambah pemasukan pemuda dusun setempat.

Kegiatan pemuda pun juga menjadi lebih terarah.

Anak-anak yang turut serta, mendapatkan tambahan uang jajan.

Selain itu, tentunya juga mempromosikan potensi wisata di Candirejo, khususnya di Dusun Pucungan.

“Harapannya, pertama untuk kegiatan pemuda bisa terarag, menambah pemasukan kas pemuda, sedikit demi sedikit yang dirumahkan, dan anak-anak untuk uang jajan lah,” tuturnya.

“Selain itu untuk mempromosikan wisata Pucungan dan Desa Wisata Candirejo. Potensi wisata di sini besar, dan potensial untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Ke depan, pihak pengelola akan menambah spot foto di sebelah dermaga.

Spot foto dengan berbagai wahana yang menarik, sehigga wisatawan betah berlama-lama di wisata ini.

“Pengembangan tentu ada. Nanti kami tambah dengan spot foto. Wisata getek ini pure murni dari pemuda, tidak ada bantuan dari pihak lain,” jelasnya.

“Dana nol rupiah. Bahkan bambu minta ke yang punya bambu di rumah. Tapi sekarang jadi dan banyak diminati,” tutup Hani.

Wisatawan yang hendak masuk lokasi wisata ini pun tak dipungut biaya, kecuali untuk naik getek.

Wisata beroperasi mulai pukul 08.00-17.00 WIB pada Senin-Kamis.

Pada Sabtu-Minggu mulai 07.00 WIB. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved