Tanggap Darurat DIY Diperpanjang, Uji Coba Wisata Gunungkidul Berlanjut

Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul melanjutkan uji coba aktivitas wisata. Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY diperpanjang sampai 30 September.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Wisatawan meramaikan Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul pada tahap Uji Coba hari pertama, Rabu (24/06/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY diperpanjang kembali hingga 30 September 2020 oleh Pemerintah DIY.

Perpanjangan ini merupakan tahap keempat sejak diterapkan pada Juni lalu.

Seiring dengan kebijakan tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul pun melanjutkan uji coba aktivitas wisata.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Harry Sukmono menuturkan, pihaknya telah menunggu kebijakan Pemda DIY ini.

“Mengingat keputusannya masa Tanggap Darurat diperpanjang, maka kami pun juga memperpanjang uji coba,” kata Harry, Senin (1/9/2020).

Lanjutnya, hal ini berarti aktivitas wisata di Gunungkidul tetap didasarkan pada protokol kesehatan yang ketat.

Pengunjung pun tetap wajib mengenakan masker hingga pembatasan jumlah pengunjung dan operasional wisata.

Selain itu, Dispar juga menyiapkan skema 3 tahapan pariwisata.

Ketiganya yakni uji coba tatanan baru, masa transisi, dan masa tatanan baru.

Sebelumnya, Dispar sudah memberlakukan aturan yang lebih ketat lagi dalam uji coba.

Antara lain, melarang pengunjung dari zona merah hingga mewajibkan pengunjung mengisi data diri ke aplikasi Visit Jogja.

“Semua itu tentunya sudah mengikuti kententuan dari Pemda DIY,” kata Harry.

Saat ini, terhitung lebih dari 20 destinasi wisata yang dibuka untuk tahap uji coba.

Terakhir ada Gua Pindul yang mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas jelang akhir Agustus lalu.

Namun, Harry menambahkan, masih ada destinasi lain yang belum dibuka hingga saat ini.

Seperti Pantai Ngedan, Gunung Gambar, Wonosari, Sriten, Gunung Getong, Green Village, hingga Gunung Ireng.

“Kami harap mereka juga ikut membuka aktivitas wisata, mengingat masa uji coba diperpanjang,” paparnya.

Tahapan menuju tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini sebelumnya telah diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Suhartanta.

Ia menuturkan, Pemkab Gunungkidul akan semakin memperkuat sosialisasi protokol kesehatan di titik-titik keramaian, termasuk destinasi wisata.

“Mengingingat uji coba berlanjut, fasilitas fisik pendukung AKB kami siapkan di tempat wisata,” ujar Sri.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved