Pameran

Pameran Miniatur Bus Komunitas SIS Digelar di Jogja City Mall

Komunitas Small is Sexy (SIS) Yogyakarta gelar pameran miniatur bus di Jogja City Mall (JCM), 14-17 Agustus 2020.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Pameran miniatur bus oleh Komunitas Small is Sexy (SIS) di Jogja City Mall. 

TRIBUNTRAVEL.COMPameran atau show unit miniatur bus Komunitas Small is Sexy (SIS) Yogyakarta digelar di Jogja City Mall (JCM).

Show unit ini digelar di Atrium Jogja City Mall mulai 14 hingga 17 Agustus 2020.

Bekerja sama dengan pihak Jogja City Mall yang mengusung tema ‘Independence Day Hobbies Expo’ dalam merayakan ulang tahun ke-75 Republik Indonesia.

Ada sekitar 50 koleksi miniatur bus yang ditampilkan SIS. Koleksi tersebut dikumpulkan dari perjajin di daerah Jawa Tengah.

Koordinator pameran sekaligus anggota komunitas SIS, Nur Rochim (28) menjelaskan, show unit ini digelar sebagai bagian dari promosi untuk memperkenalkan miniatur bus ke masyarakat.

“Selama ini, masih banyak masyarakat awam menganggap miniatur bus hanya mainan untuk anak-anak,” katanya, Jumat (14/8/2020).

“Padahal, miniatur bus dapat dijadikan koleksi sekaligus hobi yang bisa menghasilkan uang,” sambungnya.

Menurutnya, mengoleksi miniatur bus sama seperti mengoleksi benda langka lainnya. Sebab, pencinta miniatur bus pun tak sedikit.

Banyak kolektor yang memburu miniatur bus, terutama jenis yang langka.

“Jadi pasar miniatur bus ini memang sudah ada pecintanya. Sehingga, para kolektor banyak yang berburu dan bisa saling tawar-menawar, di situlah seninya,” tuturnya.

Harga miniatur bus yang dipajang di SIS pada show unit ini mulai dari harga Rp1 juta hingga Rp3,5 juta per unit.

Tingkat kesulitan pembuatan hingga bahan yang digunakanlah yang menentukan harga miniatur bus.

Biasanya, tingkat kesulitan meliputi dari detail dan kemiripan miniatur dengan aslinya.

Untuk membuat satu miniatur bus dibutuhkan waktu hingga dua bulan lamanya.

“Harga tergantung detail dan tingkat kesulitan pembuatan. Semakin detail dan mirip aslinya maka harganya pun semakin mahal,” jelasnya.

“Biasanya yang paling banyak diburu jenis single high decker, semi double decker, dan single glass,” imbuhnya.

Miniatur bus ini terbuat dari bermacam-macam bahan seperti akrilik, triplek, dan paralon.

Ukurannya biasanya perbandingan 1:20 dari ukuran bus yang asli.

Pembuatannya pun dilakukan secara manual (handmade) dan semi manual (bantuan mesin).

“Kalau untuk bahan pembuatan yang paling mudah dibentuk yaitu triplek,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved