Destinasi

Uniknya Tepi Sungai Berpasir Putih Bak Suasana Pantai di Ladon Little Island

Wisata alam tepi sungai di Magelang ini tawarkan suasana mirip pantai dengan pasir putihnya.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Pengunjung menunggang kuda di Ladon Little Island. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Jika tepi sungai biasanya banyak berbatu-batu dan curam. Tak demikian di tepian sungai Progo yang terletak di Dusun Sangen, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Selain pemandangan air sungai yang mengalir tenang, pasir putih layaknya di pantai pun dapat ditemui.

Jika dilihat dari atas ketinggian, tempat ini tampak seperti pulau kecil. Namanya, Ladon Little Island.

Lokasi ini semula adalah pematang sungai Progo yang mengering karena musim kemarau.

Pada musim kering ini, muncul bentangan pasir putih khas pantai yang luas, melingkar di tepian sungai, begitu elok.

Gumuk pasir ini menyelimuti lahan di pematang sungai yang mongering sejauh sekitar 100 meter dan lebar kurang lebih 20 meter.

Daratan di seberangnya dipisahkan aliran sungai Progo, berupa tebing-tebing yang ditumbuhi pepohonan dan tanaman.

Air sungai yang biru kehijauan, pepohonan rimbun, dan pemandangan pegunungan Menoreh yang tampak dari kejauhan, menjadikan lokasi ini terasa asri.

Asal nama Ladon yakni dari kata ‘ledu’ dalam bahasa Jawa yang artinya lumpur maupun pasir yang terbawa aliran sungai.

Sedangkan Little Island atau pulau kecil, karena jika dilihat dari ketinggian atau menggunakan pesawat drone, tempat ini tampak seperti pulau kecil.

“Kalau musim hujan, tempat ini banjir. Namun saat musim kemarau, airnya surut dan lahannya dimanfaatkan untuk wisata ini,” ujar Sutarno (34), salah satu pengelola Ladon Little Island, Selasa (4/8/2020).

Ladon Little Island 2
Suasana Ladon Little Island di Dusun Sangen, Kabupaten Magelang.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Ladon. Wisatawan dapat berswafoto di spot yang telah disediakan.

Pengunjung juga dapat menunggang kuda memutari gumuk pasir atau menaiki perahu karet menyusuri aliran sungai Progo yang tenang.

Jika ingin berkuliner, ada sebanyak 20 lapak jajanan dengan makanan dan minuman tradisional yang bisa disinggahi.

Pengunjung diperbolehkan bermain di gumuk pasir, tetapi tidak boleh mandi di aliran sungai agar tetap aman.

Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia seperti toilet dan tempat parkir.

Tak perlu merogoh kocek dalam untuk masuk ke lokasi wisata ini.

Per orang cukup membayar Rp2.000 saja untuk tiket masuk.

Sementara untuk parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Jika ingin menyewa kuda, wisatawan hanya perlu menyiapkan Rp20.000 untuk sekali putaran.

Atau ingin naik perahu karet menyusuri sungai Progo, cukup dengan Rp40.000.

Ladon Little Island 3
Pengunjung menikmati suasana Ladon Little Island yang asri.

Pengunjung dari Magelang hingga Jogja mulai berdatangan sejak dibuka pada 26 Juli 2020.

Foto-foto Ladon Little Island pun banyak menyebar di media sosial.

“Baru dua minggu kemarin, tanggal 26 Juli 2020. Sabtu-Minggu ramainya, tanggal merah,” ungkap Sutarno.

“Minggu kemarin tiket terjual 1.300 buah, dari pagi sampai jam 5 sore tutup. Pengunjung sementara dari Magelang, Jogja juga ada,” sambungnya.

Karena masih di situasi pandemi, pengelola pun mewajibkan pengunjung mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama di lokasi wisata ini.

Risty (32), seorang pengunjung dari Mertoyudan, Magelang, mengaku sengaja berkunjung ke Ladon Little Island setelah melihat foto-foto Ladon Little Island di media sosial.

Ia pun mengajak suaminya, Eko, dan kedua anaknya berkunjung.

Risty mengaku puas dengan wisata alam ini. Suasana asri membuatnya betah berlama-lama.

Meski, awalnya ia sempat tersasar karena lokasi di Google Maps yang berbeda.

“Saya lihat di Instagram, di Magelang kok ada yang bagus seperti ini. Tempatnya mirip di pantai,” ujarnya.

“Kebetulan sudah lama juga tidak ke pantai, akhirnya ke sini sama keluarga. Ternyata memang betul bagus. Lumayan, daripada harus jauh-jauh ke pantai, di sini ternyata ada,” kata dia.

Untuk menuju Ladon Little Island, pengunjung dapat mengambil jalan menuju Balkondes Candirejo.

Di sebelah balkondes, ada jalan kecil sekitar 500 meter yang menghubungkan ke lokasi wisata.

Pengunjung akan sampai di tempat parkir mobil atau sepeda motor, berjalan kaki sekitar 5 menit, sampailah di tempat tujuan.

Ladon Little Island buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB.

Waktu terbaik untuk berkunjuk yakni pagi pukul 07.00 sampai 09.00 WIB. Atau sore hari pukul 16.00 sampai 17.00 WIB saat cuaca tak terlalu panas dan terhindar dari terik matahari.

Hasil gotong-royong

Ladon Little Island ini merupakan hasil gotong-royong warga dusun setempat untuk memanfaatkan lokasi yang kurang diperhatikan ini.

Berbekal uang jimpitan sebesar Rp5 juta, warga dan remaja dusun mulai bergotong-royong membuat kios untuk lapak dagangan.

Mereka membuat jalan dan membersihkan sampah-sampah yang ada di tempat tersebut, hingga membuat toilet serta fasilitas lainnya.

Akhirnya, setelah beberapa lama persiapan, destinasi wisata itu dapat dibuka dan dikunjungi.

“Awalnya dari kumpulan pemuda di Dusun Sangen, Candirejo, Borobudur. Tempat tersebut tidak pernah termanfaatkan,” tutur Sutarno, pengurus Ladon Little Island.

“Hanya tempat untuk memancing atau menjala ikan. Namun, setelah dilihat-lihat lagi, ternyata tempat tersebut bagus dan cocok dijadikan tempat wisata alam,” jelasnya. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved