Pameran

Pameran Perak ‘Rajata’ di Museum Sonobudoyo Hadirkan Koleksi Masterpiece

Pameran Perak Rajata di Museum Sonobudoyo digelar 4-24 Agustus 2020. Menghadirkan koleksi tertua dari tahun 1935.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Koleksi pernak-pernik perak yang dipamerkan di Pameran Perak Rajata Museum Sonobudoyo. 

TRIBUNTRAVEL.COMPameran koleksi perak bertajuk ‘Rajata’ digelar oleh Museum Sonobudoyo pada 4-24 Agustus 2020.

Pameran ini bertempat di Gedung Pameran Temporer, Museum Sonobudoyo Yogyakarta dengan jam kunjung 09.00-21.00 WIB.

Rajata, merupakan sebutan perak dalam bahasa Sansekerta.

Di Yogyakarta, perak begitu lekat dalam masyarakat. Khususnya Kotagede sebagai sentra kerajinan perak.

Sentra ini diperkirakan telah muncul sejak periode Kerajaan Mataram Islam (16 M).

Ditambah, ada pula Kunstambachtsschool atau Sekolah Seni Kerajinan.

Sekolah ini didirikan oleh Java Instituut di Museum Sonobudoyo untuk turut andil dalam perkembangan ornament seni hias pada kerajinan perak.

Dalam pameran ini, ditampilkan masterpiece Museum Sonobudoyo seperti Mangkuk Perak hadiah dari tamu undangan saat peresmian Museum Sonobudoyo pada 6 November 1935 silam.

Selain itu juga ada Piring Zodiak hasil kerajinan perak murid Kunstambachtsschool.

Pameran Perak Rajata 2
Peralatan makan dari perak koleksi Museum Sonobudoyo.

Tak hanya itu, ada pula satu set peralatan jamuan makan dari perak ala Eropa, peralatan minum teh sore hari, alat berhias, dan lainnya.

Total ada 75 koleksi perak yang dipamerkan. Ada juga kerajinan perak dari Salim Silver Kotagede yang tersedia untuk dijual.

Tentang Kunstambachtsschool, Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli menjelaskan, tujuan dirikan sekolah tersebut untuk mendidik masyarakat lokal dalam memproduksi perak pada masa itu.

Perak saat itu biasa digunakan sebagai perlengkapan makan para bangsawan dan elit kolonial, serta sebagai kerajinan.

“Cerita perak dan pernik kisah di antaranya hadir dalam pameran bertajuk Rajata: Perak dan Kisah di Antaranya,” kata Setyawan, Rabu (5/8/2020).

Lanjutnya, ada pembatasan kunjungan pameran ini. Hal ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Meski dalam kondisi terbatas, pengunjung dapat menyaksikan langsung pameran perak dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

“Jumlah pengunjung yang ada di dalam ruangan pameran juga dibatasi sebanyak 25 orang. Pengunjung dapat menikmati pameran kurang lebih dalam waktu 30 menit,” jelasnya.

Sementara itu, Kurator Pameran Koleksi Perak Rajata, Ayu Dipta Kirana menuturkan, pengadaan koleksi perak sudah diintensifkan Museum Sonobudoyo sejak 2019.

“Setelah krisis global 2008, bahan baku perak semakin mahal. Usaha perak di Kotagede sendiri sedang kembang kempis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koleksi perak Museum Sonobudoyo paling tua yang turut dipamerkan yakni berasal dari tahun 1935, atau sejak Museum Sonobudoyo didirikan. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved