Pameran

Pameran Jaring Artropoda Akan Hadir Saat Pembukaan Museum Benteng Vredeburg

Pameran Jaring Artropoda akan turut mengisi pembukaan kembali Museum Benteng Vredeburg.

Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Laba-Laba raksasa siap menyapa pembukaan kembali Museum Benteng Vredeburg. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Museum Benteng Vredeburg kembali membuka kunjungan secara terbatas mulai Selasa (28/7/2020).

Dalam momen tersebut, sekaligus akan digelar Pameran Tematik Kolaboratif dengan tema Jaring Artropoda.

Kurator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Jauhari Chusbiantoro menuturkan, pameran tersebut digelar bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

“Pameran Tematik Kolaboratif ini merupakan upaya pengelola museum untuk menampilkan wajah baru museum, sehingga diharapkan dapat menarik masyarakat untuk kembali berkunjung ke museum,” kata Jauhari.

Instalasi laba-laba raksasa pun menjadi bagian yang ditonjolkan dalam pameran ini.

Tentang Jaring Artropoda, Jauhari mengatakan, ada harapan bagi museum untuk menajamkan kembali segmen, menambah inovasi, memperkuat jejaring, serta memperluas jangkauan seperti laba-laba yang memiliki jaring dan kaki yang panjang.

Sementara itu, Ketua Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Museum Benteng Vredeburg, Madrohi mengatakan, pameran ini bertujuan memberi citra baru dan khusus bagi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

“Melalui pameran ini dieksplorasi aksentuasi dan dinamika ruang, dengan kontras warna, simbolisasi seni, tanpa melupakan pelestarian warisan budaya dan koleksi yang ada di dalamnya,” terang Madrohi.

“Foto-foto sejarah perjuangan beradu dengan karya instalasi pematung Lutse Lambert Daniel Morin. Secara khusus pameran ini dikuratori oleh Dr. Mikke Susanto,” sambungnya.

Lanjutnya, pameran ini akan ditampilkan secara luring dan daring.

Untuk pameran luring, aka nada sentuhan artistik pada area publik museum, yakni halaman depan museum yang selama ini indentik dengan tempat parkir kendaraan.

“Masyarakat tidak akan menemui lagi kondisi halaman depan museum yang kurang tertata. Tetapi, kini dan ke depan halaman depan museum akan menjadi ruang publik,” jelasnya.

“Masyarakat sebagai pengunjung museum akan menemui nuansa museum bersih, tertata, dan penuh ekspresi,” imbuhnya.

Sementara untuk pamera daring, kata dia, dapat dinikmati masyarakat secara daring melalui akun media sosial Instagram mulai 1 Agustus 2020. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved