Wisata Alam

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Membuka Kembali Kawasan Wisata Alam

Pemerintah membuka kembali kawasan wisata alam secara bertahap. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk membuka wisata alam.

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Membuka Kembali Kawasan Wisata Alam
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Wisatawan meramaikan Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul pada tahap Uji Coba hari pertama, Rabu (24/06/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kawasan pariwisata alam sudah diperbolehkan pemerintah untuk dibuka kembali secara bertahap.

Mengutip Kompas.com, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, pembukaan kembali wisata alam diserahkan pada pemerintah setempat.

“Kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko covid-19 yang paling ringan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).

“Keputusan pembukaan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada Bupati dan Walikota. Untuk zona lain akan diatur sesuai kesiapan daerah dan pengelola,” kata Doni.

Ia juga menguraikan beberapa syarat bagi pengelola tempat wisata alam yang ingin membuka kembali tempat usahanya. Berikut syaratnya:

1. Tempat wisata berada di zona hijau atau zona kuning

2. Bupati atau walikota memutuskan apakah tempat wisata akan dibuka atau tidak

3. Keputusan membuka kembali tempat wisata harus melalui proses musyawarah dengan forum komunikasi pimpinan daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, IDI di daerah, pakar epidemologi, pakar kesehatan masyarakat, pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, pegiat konservasi dan dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata, serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.

4. Pelaksanaan keputusan harus melalui tahapan pra-kondisi yakni edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai dengan kondisi pariwisata alam dan karakteristik masyarakat di daerah masing-masing.

5. Pengelola kawasan pariwisata alam harus menyiapkan protokol kesehatan dan manajemen krisis hingga ke tingkat nasional di setiap kawasan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved