Shopping

Hiasan Lampu dari Kaleng Kerupuk Buatan Warga Sleman Ini Bisa untuk Souvenir atau Kado

Hiasan lampu dari kaleng kerupuk buatan Aditya bisa jadi souvenir atau kado unik.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri
Pemilik usaha hiasan lampu Sonja Lamp, Aditya Hasfar Surya Pradana di Jalan Kebon Agung Getas Kalongan, Tlogodadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Siapa sangka kaleng kerupuk bisa dibuat menjadi hiasan lampu unik.

Kerajinan ini ditekuni Aditya Hasfar Surya Pradana dengan mengusung nama Sonja Lamp.

Aditya mengaku awalnya bereksperimen dengan membeli kaleng kerupuk dari pedagang kerupuk keliling.

“Waktu itu melihat pedagang kerupuk keliling kemudian mencoba untuk membeli kaleng kerupuk tersebut,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

“Pertamanya sama pedagang kerupuknya tidak boleh namun akhirnya dibolehin dan saya beli waktu itu dengan harga Rp15.000,” katanya.

Saat itu, ukuran kaleng kerupuk yang ia beli dirasa terlalu besar. Ia pun berinisiatif membuat hiasan lampu dari kaleng kerupuk dengan ukuran lebih kecil.

Aditya pun mulai mematangkan konsep. Dari semula hiasan lampu diisi dengan poster ia kembangkan menjadi memakai pop art.

Mendapat respon baik dari pembeli, Aditya pun ketagihan membuat variasi lain dengan mempertahankan kaleng kerupuk sebagai materialnya.

“Karena susah mendapatkan produsen yang menjual kaleng kerupuk akhirnya membuat kaleng kerupuk sendiri hingga pengecatan dan pemasangan lampu,” kata Aditya yang tinggal di Jalan Kebon Agung Getas Kalongan, Tlogodadi, Kecamatan Mlati, Sleman.

Ia juga dibantu adik dan kedua karyawannya untuk membuat pesanan hiasan lampu ini.

Aditya mengaku, peminat hiasan lampu ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Bahkan kalau dirata-data banyak konsumen dari luar kota daripada di Yogyakarta di antaranya Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, Riau, dan Bengkulu,” urainya.

Pesanan datang baik secara personal untuk kado atau souvenir maupun dari tempat usaha seperti kafe.

Sejauh ini, Aditya memasarkan produknya secara online dengan sistem pre order.

“Kami masih menggunakan sistem pre order. Jadi jika ada pesanan baru kami buatkan. Dan pemasarannya secara online melalui Instagram Sonja Lamp dan melalui market place seperti Tokopedia,” jelas alumnus Manajemen UII ini.

Harga hiasan lampu ini berkisar antara Rp135.000 hingga Rp800.000 tergantung ukurannya.

Omzet yang ia dapat per bulan pun bisa mencapai belasan juta.

Namun di masa pandemi ini beberapa pesanan harus ditunda. Terutama pesanan kafe-kafe yang terpaksa tutup karena pandemi.

“Selain (pesanan) personal, kebanyakan dari kafe-kafe. Sedangkan kalau ada covid-19 sebagian kafe tutup sehingga harus ditunda dulu,” terangnya. (Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved