Simulasi New Normal

Ini Aturan Baru untuk Berkunjung ke Wisata Gua Kalisuci

Destinasi wisata Gua Kalisuci di Gunungkidul lakukan simulasi SOP new normal dengan menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Kegiatan simulasi penerapan New Normal wisata di Kawasan Gua Kalisuci, Semanu, Jumat (12/06/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Destinasi wisata Gua Kalisuci telah melakukan tahap simulasi new normal pada Jumat (12/6/2020).

Kawasan wisata yang berada di Pacarejo, Semanu, Gunungkidul ini melakukan simulasi terbatas didampingi Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul.

Simulasi dilakukan oleh pengelola dan warga dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi peserta simulasi akan dicek suhu tubuh dan wajib mencuci tangan begitu tiba. Kemudian konfirmasi pembayaran juga dilakukan secara non tunai,” kata Koordinator Pokdarwis Kalisuci, Winarto.

Pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti ruang dekontaminasi, memperbanyak tempat cuci tangan, hingga spanduk dan banner keterangan protokol kesehatan bagi pengunjung.

Selain itu, nantinya Pokdarwis akan mengutamakan pemesanan paket wisata melalui situs resmi saat wisata benar-benar siap dibuka kembali.

Pembayaran non tunai nantinya dilakukan dengan menggesek kartu debit, bekerja sama dengan bank pemerintah.

“Standar Operasional Prosedur (SOP) kami yang sebelumnya sudah ketat, sekarang lebih diperketat lagi,” jelasnya.

Pengunjung yang akan melakukan susur gua (cave tubing) pun wajib mengenakan helm yang sudah diberi face shield.

Perlengkapan susur gua pun hanya boleh dilepas begitu seluruh kegiatan selesai dan sudah melewati dekontaminasi.

Hal penting lainnya dalam penerapan new normal ini yaitu pembatasan jumlah pengunjung.

Jumlah peserta susur gua akan dibatasi untuk menerapkan jaga jarak.

“Kalau biasanya maksimal ada 20 orang dalam kelompok, kini kami batasi hanya 10 orang. Per hari kami hanya akan melayani 100 pengunjung,” urainya.

Ia mengaku, menerapkan SOP yang telah disusun tersebut bukan suatu hal yang mudah.

Meski demikian, pengelola akan melakukan evaluasi secara berkala untuk menjamin seluruh kegiatan tetap lancar dan sesuai protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Asty Wijayanti mengatakan ada 2 lokasi yang telah melakukan simulasi terbatas.

Simulasi juga dilakukan di sebuah rumah makan yang menjadi bagian dari Usaha Jasa Pariwisata.

Asty menuturkan, destinasi yang menyusul melakukan simulasi yakni Nglanggeran, Pantai Baron, dan Pantai Kukup.

Lanjutnya, aka nada 3 tahapan yang disiapkan Dispar Gunungkidul untuk rencana pembukaan kembali aktivitas wisata yaitu simulasi, sosialisasi, dan uji coba.

Setiap tahapannya juga akan melalui proses evaluasi sebelum lanjut ke tahap berikutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved