Kuliner

Sentra Kuliner Seafood Pantai Depok Buka Kembali dengan Protokol Kesehatan Ketat

Sentra kuliner seafood Pantai Depok kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Pramusaji salah satu rumah makan di sentra kuliner seafood Pantai Depok, Bantul, mengenakan face shield dan masker saat mengantar hidangan pada pengunjung, Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Sentra kuliner seafood di Pantai Depok, Kabupaten Bantul kembali beroperasi setelah dua bulan tutup.

Namun dibukanya kembali sentra kuliner ini juga diikuti dengan protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi penularan covid-19.

Kesadaran para pemilik rumah makan pun terbilang sangat tinggi terhadap protokol kesehatan yang selalu ditekankan pemerintah daerah.

Para pramusaji hingga juru masak seluruhnya patuh mengenakan masker serta face shield.

Selain itu, tempat cuci tangan hingga banner imbauan untuk menaati protokol kesehatan pun terpasang di sejumlah titik.

Dengan begitu, pengunjung pun bisa merasa aman dan nyaman untuk menyantap hidangan seafood khas Pantai Depok.

“Awalnya ya ragu, karena sekian lama tidak makan di luar. Tapi melihat pelayanan di Pantai Depok bagus seperti ini, kami jelas merasanya nyaman. Kalau ada yang datang tidak pakai masker pun diperingatkan,” jelas Janu S, seorang pengunjung rumah makan, Rabu (10/6/2020).

Sementara itu, Ketua Koperasi Mina Bahari 45, yang menaungi pengusaha kuliner seafood di Pantai Depok, Sutarlan mengatakan, di tengah pandemi, warga setempat yang bergantung dari sektor tersebut perekonomiannya sempat terhenti total.

Karena itu, pihaknya sepakat untuk membuka lagi deretan rumah makan setelah dua bulan tak beroperasi.

Meski belum seluruhnya buka, ia bersyukur pengunjung mulai berdatangan. Walaupun keramaiannya tidak seperti kondisi normal seperti biasanya.

“Sejak Maret akhir kita sudah libur, lalu April sampai Mei sama sekali tidak beroperasi,” ungkapnya.

“Dampaknya irit-iritan lah ya, pedagang peyek atau makanan ringan di pantai juga ikut terdampak kan,” sambungnya.

Lanjutnya, dari sekitar 80 warung yang berdiri di sentra kuliner seafood Pantai Depok sebagian besar hanya buka saat memasuki akhir pekan saja.

Namun di tengah pekan, hanya 40 persen saja yang beroperasi Karena kondisi tak begitu ramai.

“Hari libur, akhir pekan kemarin ya, lumayan lah, dalam kondisi pandemi seperti ini, ada pengunjung yang datang sudah baik buat pelaku usaha di sini,” jelasnya.

Ia menekankan, protokol kesehatan wajib ditaati para pemilik rumah makan jika ingin mengoperasikan lagi usaha mereka.

Utamanya soal penyediaan tempat cuci tangan, pendisiplinan masker bagi pengunjung, dan pelaku wisata, serta konsisten physical distancing.

“Lebih baik lagi, kalau yang masak di dapur, lalu pramusaji yang bertugas mengantar makanan juga dilengkapi dengan face shield ya, biar pengunjung merasa nyaman,” katanya.

“Sejauh ini, beberapa rumah makan mulai menerapkan. Toh, harga face shield juga murah kan,” tuturnya. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved