Protokol New Normal

Obyek Wisata di Kota Magelang Akan Dibuka Kembali

Pemkot Magelang rencanakan buka kembali destinasi wisata dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Obyek Wisata di Kota Magelang Akan Dibuka Kembali
Dok Prokopim Pemkot Magelang
Pengunjung tengah menjelajah dan memadati objek wisata Gunung Tidar, Kota Magelang pada Maret 2019 lalu. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Pemkot Magelang tengah merumuskan pedoman protokol kesehatan menyusul rencana dibukanya kembali obyek wisata di Kota Magelang.

Obyek atau destinasi wisata yang rencananya akan dibuka antara lain Taman Kyai Langgeng, Gunung Tidar, dan museum-museum.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito meminta agar pembukaan tidak tergesa-gesa dan wajib dipersiapkan dengan baik dan matang.

“Destinasi wisata harus disiapkan dengan baik dan matang, jangan tergesa-gesa. Tempat wisata kita ada Taman Kyai Langgeng, Gunung Tidar, juga museum-museum. Termasuk alun-alun dan Taman Badaan. Harus diketatkan. Jangan asal buka dulu,” katanya, Kamis (11/6/2020).

Wisatawan pun harus sadar akan konsep new normal, dan wajib menaati protokol kesehatan seperti mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Sigit menyebut, dibukanya kembali sektor wisata akan menggeliatkan perekonomian masyarakat.

Pasalnya, saat penutupan sektor wisata saat pandemi, membuat aktivitas ekonomi menjadi lesu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono menuturkan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh pengelola untuk menyambut wisatawan.

Seperti pengelola Taman Kyai Langgeng yang telah menyediakan tempat cuci tangan di 50 titik, pembuatan tanda pembatasan pengunjung, dan perumusan maksimal kunjungan.

“Di dalam area Taman Kyai Langgeng jumlah pengunjungnya harus dibatasi. Ini masih dirumuskan berapa kapasitasnya. Nanti bergantian. Misalnya, kalau di dalam sudah ada 1.000 orang maka wisatawan yang masih di luar harus menunggu,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, Gunung Tidar juga melakukan berbagai persiapan seperti penyediaan tempat cuci tangan di pintu masuk, pintu keluar, dan tempat ziarah.

Akan ada personil yang menjaga dan mengatur wisatawan.

Selain itu juga dipasang tanda pembatasan tempat duduk, pengadaan pos kesehatan baik di bawah dan di tengah Gunung Tidar, hingga pelatihan penerapan protokol kesehatan bagi petugas.

“Kami masih perlu sarana protokol kesehatan, seperti thermo gun, tempat cuci tangan, alat pelindung diri (APD), face shield, dan sebagainya,” ujarnya.

“Kami juga belum bisa buka malam hari, sementara akan dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB,” paparnya. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved