Protokol New Normal

PHRI Keluarkan Buku Panduan Protokol Hotel dan Restoran untuk New Normal

PHRI keluarkan buku panduan protokol bagi hotel dan restoran untuk sambut new normal.

PHRI Keluarkan Buku Panduan Protokol Hotel dan Restoran untuk New Normal
Pixabay/StockSnap
Ilustrasi hotel 

TRIBUNTRAVEL.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merilis buku panduan protokol kesehatan bagi hotel dan restoran untuk diterapkan di masa new normal.

Mengutip Kompas.com, Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menjelaskan, buku panduan ini berlaku baik bagi internal hotel seperti karyawan dan staf, maupun eksternal seperti tamu, vendor, supplier, dan lainnya.

“Semua protokolnya hampir sama, mencakup keseluruhan orang yang terkait dengan hotel. Misalnya terkait temperatur suhu tubuh, orang yang masuk ke hotel harus di bawah 37,3 derajat Celsius, masalah etika mereka misalnya batuk, terus harus pakai masker, disinfektan, hand sanitizer,” ungkap Maulana, Rabu (3/6/2020).

Buku panduan ini pun menjadi standar panduan minimal yang wajib diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Maulana juga menjelaskan, pengusaha atau manajemen hotel dan restoran dapat membuat panduan pencegahan yang lebih rinci, sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.

“Tinggal cara mengaturnya saja, step by step-nya tergantung perusahaan. Misalnya karyawan dari pergi dinas, dia harus karantina dulu. Jadi tidak langsung masuk kerja, sama-sama menjaga lah intinya. Pola hidup sehat itu kita terapkan ke karyawan,” paparnya.

Lebih rinci, Maulana menjelaskan, buku panduan dibagi menjadi beberapa divisi perhotelan atau departemen. Sebagai contoh, ada panduan hotel untuk bagian operasional dan back office.

Panduan hotel untuk bagian operasional terbagi lagi menjadi 11 bagian yang mengatur departemen dan karyawan, misalnya departemen Food and Beverage (F&B) Service, departemen engineering and maintenance, karyawan bagian security dan lainnya.

Sedangkan panduan hotel bagian back office antara lain mengatur departemen penjualan, departemen pemasaran dan komunikasi, sumber daya manusia, dan keuangan.

Namun, kata dia, hotel tak perlu harus memaksakan diri untuk punya departemen seperti yang tertulis dalam buku panduan agar bisa menerapkan protokol.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved