New Normal

Simak Tiga Tahapan Tatanan New Normal Pariwisata Berikut

Kemenparekraf siapkan tiga tahapan new normal pariwisata untuk diterapkan pelaku industri pariwisata.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Miftahul Huda
Petugas Jogoboro siapkan tali penyekat di kursi yang berada di jalan Malioboro untuk antisipasi kerumunan, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Menteri Pariwisata dan EKonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan persiapan sektor pariwisata menyambut new normal.

Ada beberapa tahapan pariwisata untuk menyambut new normal. Hal tersebut diungkapkan Wishnutama usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Kamis (28/5/2020).

“Syarat utamanya, destinasi tersebut harus dalam kondisi kasus covid-19 nya sudah membaik dengan berbagai macam parameter yang sudah disiapkan,” ujar Wishnutama dalam telekonferensi virtual, Kamis (28/5/2020).

Berikut rangkuman tahapan tersebut mengutip Kompas.com:

1. Penetapan Standar Operasional Prosedural di Hotel, Restoran hingga Sektor Ekonomi Kreatif

Tahapan pertama ini dijelaskan oleh Wishnutama yakni standar operasional prosedural (SOP).

SOP ini tengah disusun oleh Kemenparekraf yang nantinya akan diterapkan oleh industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan lainnya.

“Termasuk sampai berbagai macam bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif,” paparnya.

2. Simulasi dan Sosialisasi SOP

Setelah SOP ditetapkan, tahapan berikutnya yakni simulasi dan sosialisasi.

Setelah SOP diterima sektor pariwisata, mereka juga akan melakukan simulasi dari SOP sendiri.

Kemudian sektor pariwisata pula yang akan melakukan sosialisasi.

3. Uji Coba

Tahapan berikutnya yakni uji coba SOP. Wishnutama menegaskan, uji coba ini akan dilakukan di daerah-daerah wisata yang sudah siap menyambut new normal.

“Oleh karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan berbagai kepala daerah yang kira-kira nantinya akan siap dalam waktu ke depan untuk melakukan tahapan-tahapan ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, akan ada perubahan tren pariwisata di era new normal di antaranya fokus pada kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta wisata berkualitas.

Lanjutnya, sebelum covid-19 melanda dan berdampak bagi pariwisata, Kemenparekraf telah mencanangkan perubahan wisata dari kuantitas ke kualitas.

“Begitu juga dengan faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keselamatan. Ini sudah dipersiapkan sebelum covid-19,” ujarnya.

Beberapa hal tersebut menurutnya sangat dibutuhkan saat era new normal pariwisata berjalan.

Ia pun menekankan perlu adanya kehati-hatian dalam menerapkan SOP kebersihan, kesehatan, dan keselamatan di destinasi wisata.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved