Protokol New Normal

SOP Operasional Destinasi Wisata di DIY untuk Sambut New Normal Masih Tahap Penyusunan

Dinas Pariwisata DIY tengah siapkan SOP untuk sambut new normal. Penyusunan SOP melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga UKM.

Tribun Jogja/Miftahul Huda
Petugas Jogoboro siapkan tali penyekat di kursi yang berada di jalan Malioboro untuk antisipasi kerumunan, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo membantah informasi yang beredar luas melalui media sosial tentang pariwisata DIY yang akan dibuka pada Juni 2020.

“Info grafis itu sebetulnya nggak benar. Rentetan beritanya beberapa waktu lalu ada surat kabar di Jogja menyebut (pariwisata) buka Juni. Padahal statement dari saya, maupun pejabat Pemda, Gugus Tugas, dan Ngarsa Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X) sama sekali tidak menyampaikan hal tersebut. Itu (informasi) sampai mana-mana, di sosial media banyak pro dan kontra,” ungkapnya, Selasa (26/5/2020).

Singgih menjelaskan, bahwa pariwisata di DIY yang dimaksudkan belum akan buka awal Juni, terlepas dari PT Taman Wisata Candi (TWC) yang meliputi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang berada di bawah naungan BUMN.

“BUMN sudah selesai menyusun SOP-nya. Awal Juni masih uji coba dan terbatas. Jadi memang kemarin komunikasi dengan Pemda minta izin untuk uji coba terlebih dahulu,” jelasnya.

Kini pihaknya tengah menyusun SOP untuk destinasi wisata yang berpedoman pada protokol kesehatan dan keamanan pada masa pandemi covid-19.

Penyusunan SOP melibatkan dinas-dinas yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota.

Mulai dari dinas pariwisata, dinas perhubungan, UKM, maupun pelaku wisata PHRI, ASITA, HPI, Organda, Forum Desa Wisata, dan sebagainya.

Singgih menguraikan, poin-poin SOP tidak jauh berbeda dari protokol kesehatan pemerintah.

“Misa pengunjung wajib menggunakan masker, physical distancing minimal 1 meter untuk pengunjung dan pengelola. Kalau pengunjung suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat tidak boleh masuk. Sebelum masuk destinasi ketika turun moda transportasi harus cuci tangan,” urainya.

“Itu perlu disusun dalam SOP dan guiding wisatawan dan pengelola agar tidak menjadikan persebaran covid-19 meluas,” lanjutnya.

Ia menambahkan, hotel dan restoran pun juga harus menerapkan protokol kesehatan.

Seperti pengecekan suhu di pintu masuk hotel, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk, menerapkan pengaturan jarak di restoran, melakukan disinfeksi secara berkala, dan semua hal terkait protokol kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

“Dalam minggu ini ada tiga kali pertemuan. Sebelum lebaran kita sudah mulai. Minggu depan kita komunikasikan dengan gugus tugas. Saya berharap awal Juni sudah selesai. Perlu destinasi yang diujicoba,” paparnya.

Untuk ujicoba destinasi, pihaknya akan mendiskusikannya dengan pemerintah kabupaten/kota minggu ini.

“Memang sinergi penting antara dinas pariwisata, kesehatan, ketenagakerjaan, UKM yang ada di destinasi,” jelasnya. (Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved