Protokol New Normal

Simak 6 Protokol New Normal bagi Restoran dari World Travel & Tourism Council

World Travel 7 Tourism Council (WTTC) keluarkan protokol new normal untuk pariwisata. Untuk restoran ada enam poin.

Editor: Amalia Nurul F
Pixabay/StockSnap
Penyediaan menu digital dianjurkan bagi restoran. 

TRIBUNTRAVEL.COMProtokol New Normal dikeluarkan oleh World Travel 7 Tourism Council (WTTC) terkait pandemi virus corona.

Protokol ini ditujukan pada wisatawan dan pekerja pariwisata dan perjalanan.

Dalam keterangan persnya, WTTC mengatakan protokol telah disusun berpedoman pada World Health Organization (WHO) dan Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

Presiden dan CEO WTTC Gloria Guevara mengungkapkan, pihaknya telah menyusun protokol yang disebut Safe Travels ini melalui konsultasi dengan anggota dan masukan beberapa industri di sektor swasta.

“Kami sangat senang bahwa untuk pertama kalinya, sektor swasta global telah menyelaraskan protokol Safe Travels baru ini, yang akan menciptakan konsistensi di seluruh sektor,” papar Gloria dalam rilisnya.

Gloria berharap beberapa protokol yang telah disusun tersebut dapat diadopsi oleh pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan untuk memulai kembali sektor perjalanan dan wisata.

Dalam protokol New Normal tersebut pun berlaku bagi industri di sektor pariwisata, salah satunya restoran.

Nantinya, restoran yang telah membuka kembali operasionalnya diharapkan dapat mengikuti beberapa protokol dari WTTC yang akan difokuskan pada sarana digital untuk meminimalisir sentuhan fisik.

Salah satu yang tercantum dalam protokol WTTC ini adalah ketersediaan menu digital di restoran.

Beberapa poin protokol New Normal lainnya untuk restoran sebagai berikut:

1. Staf utamakan kesehatan dan kebersihan layanan restoran

Dalam poin ini, jarak sosial, penggunaan thermal gun, dan pemakaian masker dianjurkan bagi para staf.

Juga agar dapat mengomunikasikan kepada pelanggan sehingga mencegah penyebaran virus di area restoran.

2. Jarak sosial di restoran

Jarak sosial di restoran dapat dilakukan dengan membatasi kapasitas tempat duduk dan antrean pelanggan sesuai anjuran WHO.

Selain itu, jarak sosial juga diterapkan dengan ditampilkan secara visual.

Hal ini berguna untuk pemantauan oleh petugas atau staf restoran.

Jika ada pelanggan yang tidak menerapkan jarak sosial, petugas dapat memperingatkannya.

3. Meminimalisir titik sentuh dengan perkenallkan peta digital

Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan antrean digital, e-menu atau menu elektronik, belanja virtual, hingga layanan pesan antar makan online.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved