Pariwisata

Protokol Kesehatan Perlu Dilakukan untuk Sambut New Normal Pariwisata

Pengamat pariwisata Sapta Nirwandar memandang perlunya protokol kesehatan untuk industri pariwisata menyambut new normal efek pandemi virus corona.

Protokol Kesehatan Perlu Dilakukan untuk Sambut New Normal Pariwisata
Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama ketika melakukan kunjungan kerja ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (19/12/2019) 

TRIBUNTRAVEL.COM – Untuk beradaptasi dengan era new normal, industri pariwisata disarankan untuk melakukan protokol kesehatan.

New normal yang muncul dari pandemi virus corona ini mau tak mau membuat industri pariwisata beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Mengutip Antara, menurut pengamat pariwisata Sapta Nirwandar, pelaku wisata disarankan menjalankan tujuh protokol terkait kesehatan.

“Apa saja protokol kesehatannya? Pertama, modifikasi cara kerja, kemudian implementasi perilaku minim sentuhan atau touchless, lalu sanitasi yang harus diperbaiki dengan menyesuaikan protokol kesehatan,” ujar Sapta dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Sapta menambahkan, pemeriksaan kesehatan dan sertifikasi kesehatan bagi pekerja di sektor pariwisata juga perlu dilakukan.

“Perlu dilakukan agar pekerja mereka bebas dari covid-19 sehingga wisatawan aman untuk datang dan berkunjung. Ini juga memberikan keuntungan bagi pelaku industri pariwisata seperti Hotel A bebas covid-19,” paparnya.

Rapid test pun menurutnya perlu dilakukan bagi para pelaku wisata.

Praktik baru untuk akomodasi makanan dan minuman juga tak boleh luput demi keamanan dan kesehatan pengunjung, seperti penggunaan wadah makanan atau piring sekali pakai.

“Hal terpenting adalah berbagi tanggung jawab atau share responsibilities antara pelaku bisnis dan pengunjung,” jelasnya.

New normal atau tren baru dalam beriwisata ini pun juga telah diprediksi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Frans Teguh.

Protokol kesehatan hingga keamanan akan lebih diperhatikan oleh wisatawan.

Ia menyebut, hal-hal seperti itu akan menjadi platform ke depan bagaimana pariwisata berkelanjutan menjadi konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata.

Momentum penutupan kawasan wisata akibat pandemi pun disarankan untuk jadi kesempatan evaluasi dan menata ulang tempat wisata.

Sehingga nantinya dapat menghadirkan kesan lebih baik bagi wisatawan termasuk dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hadapi Era New Normal, Pelaku Pariwisata Perlu Siapkan Protokol Kesehatan".

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved