Virus Corona

Ada Kelonggaran Penerbangan, Bandara YIA Tetap Lakukan Protokol Pencegahan Virus Corona

Bandara YIA mendukung kebijakan kelonggaran perjalanan dan tetap akan melakukan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

Tribun Jogja / Singgih Wahyu
Bandara YIA Kulon Progo 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kebijakan kelonggaran perjalanan yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 didukung oleh Yogyakarta International Airport (YIA).

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran No 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam percepatan penanganan covid-19.

Dalam surat edaran tersebut terdapat kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi di masa pandemi covid-19 atau virus corona.

Kriteria tersebut antara lain penumpang yang akan melaksanakan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan medis, masyarakat yang akan pulan ke daerah asal, kebutuhan repatriasi, layanan fungsi ekonomi penting, mobilisasi pekerja migran Indonesia, maupun kriteria lainnya sesuai kebijakan yang diatur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Terkait kebijakan tersebut, PTS GM Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama mengatakan akan mendukung dengan sepenuhnya.

“Selama ini kita mengacu pada Permenhub No 25 Tahun 2020. Namun jika memang ada regulasi baru, kita akan dengan senang hati mendukung kebijakan tersebut,” kata Pandu, Rabu (6/5/2020).

Sebelumnya, dengan mengacu Permenhub No 25 Tahun 2020, pihaknya telah melayani penerbangan pengangkut kargo maupun logistik dan beberapa penerbangan lainnya sesuai kebijakan tersebut.

Selain itu, berdasar permenhub tersebut, layanan penerbangan komersial di YIA sejak 24 April hingga 1 Juli 2020 dihentikan sementara.

Namun dengan adanya surat edaran kelonggaran perjalanan tersebut, nantinya masyarakat dapat mengakses layanan penerbangan.

Meski demikian, Pandu menekankan bahwa pihaknya akan tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 bagi penumpang di YIA.

“Intinya kita akan selalu siap melayani masyarakat sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun Kementerian Perhubungan,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Andreas Desca)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved