Ramadan

Pasar Sore Ramadan Jogokaryan Masih Bisa Kamu Kunjungi Secara Online

Pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan tahun ini hadir secara online, memfasilitasi warga Jogokariyan untuk tetap berjualan.

Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan 1441 H berlangsung secara online. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) tahun ini digelar secara online.

Meski masih ada beberapa pedagang di kawasan KRJ, tapi suasana tak seramai biasanya.

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP mengatakan KRJ tahun ini memang dilaksanakan secara online.

“Masih ada beberapa yang jualan, ini memang penduduk kita. Kita minta mereka tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya, Jumat (24/4/2020).

Sementara itu, Koordinator Pasar Sore Jogokariyan Enggar Haryo Panggaloh menjelaskan, pasar online Jogokariyan kali ini dibuat di dalam beberapa grup WhatsApp.

“Kita membuat tiga grup WhatsApp. Yang dua hanya grup katalog, hanya admin yang bisa memposting di grup. Satu lagi khusus penjual. Jadi posting dari grup penjual dilempar oleh admin grup katalog yang berisi para pembeli,” urainya.

Lanjutnya, pembeli yang tertarik membeli produk setelah melihat katalog, kemudian akan menghubungi penjual secara langsung.

Untuk pengiriman produk dan ongkos kirim pun menjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli.

“Masjid Jogokariyan hanya membantu memfasilitasi, juga mempromosikan di media sosial. Ada link grup katalog pasar online Jogokariyan yang kita sebar di media sosial Masjid Jogokariyan,” jelasnya.

Khusus Ramadan selama pandemi virus corona ini, pihaknya memang sengaja hanya memfasilitasi warga Jogokariyan untuk tetap berjualan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang juga banyak pedagang dari luar Jogokariyan.

“Sekarang hanya pedagang dari warga Jogokriyan itu sendiri. Kita memperbanyak pembelinya, bukan memperbanyak penjualnya,” ungkapnya.

Enggar mencatat, pembeli yang sudah tergabung di dua grup WhatsApp katalog terakhir hamper mencapai 500 orang.

Sedangkan jumlah pedagang nyaris mencapai 100 orang.

“Tahun-tahun sebelumnya kebanyakan memang pedangan luar, ada 300-400 pedagang tahun lalu. Biasanya perbandingannya memang 1:3 (antara pedagang warga Jogokariyan dan warga luar),” tutupnya. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved