Ramadan

Pasar Sore Ramadan di Wonosari Tak Digelar Tahun Ini

Dua lokasi di Wonosari, Gunungkidul tak menggelar pasar sore ramadan tahun ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Pasar sore Ramadan atau pasar tiban di Kauman, Kota Yogyakarta 

TRIBUNTRAVEL.COM – Seperti halnya di Kota Yogyakarta, pasar sore Ramadan di Wonosari tahun ini juga tak akan digelar.

Pasar sore Ramadan di Wonosari yang biasanya ramai jadi langganan masyarakat saat Ramadan yakni Pasar Argowijil.

Ditiadakannya pasar sore Ramadan ini disampaikan oleh Camat Wonosari, Siswanto.

Kata dia, hal tersebut berdasar edaran Kepala Desa Gari untuk menutup Pasar Argowijil yang juga selalu ramai setiap Minggu pagi.

“Secara otomatis pasar sore Ramadan ditiadakan karena biasanya juga dilakukan di sana,” ujar Siswanto, Kamis (23/4/2020).

Siswanto melanjutkan, penutupan ini sebagai bagian dari upaya penyebaran virus corona atau covid-19.

Para pedagang yang biasa berjualan di pasar tersebut pun mau tak mau harus memahami dan bersabar dengan kondisi ini.

Pasar Argowijil di Kecamatan Wonosari ditutup sementara dari aktivitas pasar sore ramadan tahun ini
Pasar Argowijil di Kecamatan Wonosari ditutup sementara dari aktivitas pasar sore ramadan tahun ini (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Dari pantauan di lapangan, Pasar Argowijil tampak kosong pada Kamis (23/4/2020).

Spanduk bertuliskan keterangan penutupan aktivitas sementara pun dipasang di gerbang utama pasar.

Tak hanya pasar sore Ramadan Argowijil yang ditiadakan. Pasar sore Ramadan juga ditiadakan di kawasan wisata Gua Ngingrong, Mulo, Wonosari.

Penutupan dilakukan oleh pihak pengelola wisata. Keputusan ini dikeluarkan seiring dengan penutupan aktivitas wisata sejak Maret lalu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Ngingrong Suwarno mengatakan keputusan tersebut telah disepakati oleh semua pengurus.

Keputusan tersebut kata dia dikeluarkan demi keselamatan warga sekitar dan para pengunjung.

Ia menambahkan, sejak wisata ditutup, banyak warga yang biasa mencari nafkah di kawasan tersebut menjadi lumpuh secara ekonomi.

“Setidaknya ada 28 pedagang makanan terpaksa tidak berjualan Ramadan tahun ini,” katanya.

Suwarno mengaku, padahal di Ramadan sebelumnya terjadi peningkatan kunjungan terutama para pemudik. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved