Virus Corona

Penutupan Akses Wisata di Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Diperpanjang

Penutupan sementara destinasi Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko diperpanjang hingga 13 Mei 2020 untuk cegah penyebaran virus corona.

Penutupan Akses Wisata di Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Diperpanjang
Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan
Candi Borobudur 

TRIBUNTRAVEL.COM – Masa penutupan destinasi Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko kembali diperpanjang. Kebijakan ini dikeluarkan oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero).

Penutupan sementara ini kembali dilakukan mulai 22 April hingga 13 Mei 2020.

Penutupan ini juga berlaku untuk fasilitas lain seperti Pentas Sendratari Ramayana.

Perpanjangan masa penutupan sementara ini dilakukan dengan pertimbangan kondisi di Jawa Tengah dan DIY.

Kedua wilayah ini masih memberlakukan kondisi tanggap darurat pandemi covid-19 atau virus corona.

Selain itu, kebijakan ini juga merujuk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona.

PT TWC juga mengimplementasikan work from home bagi karyawan untuk mendukung upaya tersebut.

“Kami amat mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi wabah covid-19 di tengah masyarakat. Kita lakukan upaya pencegahan serta ikut meringankan beban masyarakat yang terkena imbas wabah ini dengan memberi bantuan sembako,” kata Direktur Utama PT TWC Edy Setijono melalui keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).

Selain itu, kata Edy, untuk menghargai jasa tenaga medis, PT TWC juga memberikan bahan pangan serta vitamin dan suplemen makan untuk menunjang tugas berat para tenaga medis dalam merawat pasien covid-19.

Edy yang juga selaku Korwil Satgas Nasional BUMN Wilayah DIY juga mengatakan, PT TWC telah mengeluarkan surat edaran resmi bagi seluruh karyawan untuk tidak bepergian ke luar daerah atau mudik hari raya Idulfitri 1441 H di masa pandemi ini.

Hal tersebut sesuai surat edaran Kementerian BUMN RI Nomor SE-4/MBU/04/2020 tanggal 6 April 2020.

“Kami mengimbau juga pada seluruh masyarakat untuk tinggal di rumah saja. Dan kami selaku pengelola destinasi tetap melakukan pemeliharaan dan perawatan taman,” tutur Edy.

“Serta mempersiapkan segala sesuatu yang bisa memberikan experience baru dan menjadi daya Tarik wisatawan jika akan mengunjungi destinasi kami di saat kondisi sudah normal kembali. Kita berharap pandemi covid-19 segera berakhir,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved