Virus Corona

Obyek Wisata di Gunungkidul Ditutup dan Dijaga Petugas 24 Jam

Seluruh obyek wisata di Gunungkidul ditutup dan dijaga 24 jam untuk antisipasi penyebaran virus corona.

Editor: Amalia Nurul F
IG : @rendyseptianas
Pemandangan indah Pantai Kesirat di Kabupaten Gunung Kidul. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Berbagai daerah di provinsi DIY menutup tempat-tempat wisata untuk mencegah penyebaran covid-19 atau virus corona.

Tak terkecuali Kabupaten Gunungkidul yang memiliki banyak destinasi wisata.

Penutupan sementara tempat wisata pun telah dilakukan mulai 24 Maret 2020 lalu.

“Saat ini sudah kami pastikan seluruh tempat wisata di Gunungkidul ditutup,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Harry Sukmono melalui pesan singkat, Senin (6/4/2020).

Harry menambahkan, meski telah ditutup, penjagaan tetap dilakukan di seluruh tempat wisata.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah dan memberikan informasi kepada wisatawan yang akan berkunjung.

Sejumlah petugas pun ditempatkan di berbagai pos retribusi, khususnya di pantai-pantai.

Sementara, untuk penjagaan di desa wisata diserahkan pada pengelola setempat.

“Penjagaan kami lakukan selama 24 jam penuh,” ungkapnya.

Penutupan tempat wisata ini pun memiliki dampak. Penginapan dan restoran di sekitar tempat wisata terkena imbasnya.

Harry menyebut, para pelaku wisata saat ini memilih menutup usahanya.

Serupa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Gunungkidul Sunyoto mengatakan para pengusaha di sepanjang pantai wisata menutup usaha mereka.

“Secara otomatis tutup karena tidak bisa memasukkan tamu ke penginapan,” paparnya.

Sementara itu, penutupan di desa wisata telah dilakukan oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran.

Nglanggeran
Penyemprotan disinfektan di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Mulanya, penutupan dilakukan untuk penyemprotan disinfektan.

Namun, selanjutnya pengelola memutuskan untuk menutup seluruh kegiatan wisata sejak 23 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Meski demikian, para pegawai tetap beraktivitas terutama berjaga di pintu masuk dan loket.

Selain memberikan informasi ke wisatawan, penjagaan dilakukan untuk mencegah tindak kriminal selama penutupan.

“Penjagaan dilakukan selama 24 jam penuh, dengan system rolling atau bergantian,” jelas Heru Purwanto selaku bagian pemasaran Pokdarwis Nglanggeran. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved