Destinasi

Mengenal Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara dari Museum Dewantara Kirti Griya

Salah satu spot wisata sejarah dan edukasi di Jogja yang layak dikunjungi adalah Museum Dewantara Kirti Griya.

Editor: Susilo Wahid Nugroho
Tribun Jogja / Yudha Kristiawan
Pintu masuk Museum Dewantara Kirti Griya. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Tak hanya wisata alam, Jogja juga punya banyak spot wisata edukasi dan sejarah.

Salah satu spot wisata sejarah dan edukasi di Jogja yang layak dikunjungi adalah Museum Dewantara Kirti Griya.

Berada di Jl. Taman Siswa No. 25, Wirogunan, Kota Yogyakarta, museum ini cukup mudah ditemui.

Museum berada tepat di pinggir jalan besar dengan penanda sebuah patung Ki Hadjar Dewantara.

Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan langsung beragam peninggalan bersejarah.

Benda-benda bersejarah ini dulunya pernah digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara semasa hidupnya.

Museum ini dulunya merupakan rumah tinggal Ki Hadjar Dewantara saat merintis dunia pendidikan.

Sekarang, kawasan tempat ini lebih dikenal banyak orang dengan nama Taman Siswa.

Menurut Edukator Museum Dewantara Kirti Griya, Tri Rahmawati, museum ini berbentuk rumah tinggal.

Ruangan di dalam rumah tersebut dimanfaatkan untuk menyimpan benda bersejarah milik Ki Hadjar Dewantara dan keluarganya.

Museum ini diresmikan 2 Mei 1970, tepat 11 tahun setelah wafatnya Ki Hadjar Dewantara.

Bangunan museum sejatinya adalah perwujudan wasiat Ki Hadjar Dewantara sebelum meninggal dunia.

"90 persen koleksi di museum ini adalah barang asli yang digunakan Ki Hadjar Dewantara saat merintis perguruan Taman Siswa," kata Tri.

Koleksi benda benda bersejarah milik Ki Hadjar Dewantara dan keluarga ditempatkan di enam ruangan.

Tempat tidur Ki Hajar Dewantara koleksi Museum Dewantara Kirti Griya.
Tempat tidur Ki Hajar Dewantara koleksi Museum Dewantara Kirti Griya. (Tribun Jogja / Yudha Kristiawan)

Ruang pertama diberi tema Ki Hadjar Dewantara aktivis anti kolonial yang berisi kamar tidur khusus Ki Hadjar Dewantara.

Meskipun disebut ruang tidur khusus, ruangan ini sejatinya difungsikan sebagai ruang kerja oleh pahlawan nasional berjuluk Bapak Pendidikan ini.

"Ki Hadjar Dewantara menggunakan ruangan ini untuk mengetik. Beliau tak mau mengganggu istirahat istri dan anak anaknya ketika tengah bekerja di malam hari," terang Tri.

Di ruangan ini pengunjung bisa melihat langsung ranjang tidur yang digunakan Ki Hadjar Dewantara.

Mesin Ketik milik Ki Hajar Dewantara koleksi Museum Dewantara Kirti Griya.
Mesin Ketik milik Ki Hajar Dewantara koleksi Museum Dewantara Kirti Griya. (Tribun Jogja / Yudha Kristiawan)

Sekaligus, mesin ketik yang digunakan untuk menuangkan banyak gagasan soal pendidikan untuk rakyat Indonesia melalui perguruan Taman Siswa.

Ruangan selanjutnya adalah ruang keluarga berisi ranjang tidur dan beberapa foto yang dipajang.

Salah satu foto yang mencuri perhatian adalah foto semasa Presiden Soekarno menjenguk Ki Hadjar Dewantara yang tengah terbaring sakit.

Foto ini seakan ingin menunjukkan betapa hubungan dua tokoh besar Indonesia ini sangat erat.

Diceritakan Tri, Soekarno bahkan pernah menitipkan buku buku bacaannya di rumah ini ketika masa perjuangan dan kemerdekaan. 

Sementara itu ruangan lainnya ada ruang tidur utama, ruang tidur anak pertama, ruang tamu dan ruang tengah.

Ruangan ini banyak berisi buku buku dan foto foto serta benda-benda yang digunakan keseharian oleh Ki Hadjar Dewantara beserta keluarga.

Benda-benda tersebut di antaranya ada radio yang digunakan untuk mendengarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Ada pula buku bacaan, lukisan hingga piano yang digunakan Ki Hadjar Dewantara kala itu.

"Ki Hadjar Dewantara ini tokoh pendidikan yang konsen juga di dunia seni. Terbukti beliau pernah meminta para perupa kala itu melukis dengan tema proklamasi kemerdekaan untuk membakar semangat rakyat,” kata Tri.

Di museum ini juga terdapat lukisan Affandi dan tokoh pendidikan yang menginspirasi Ki Hadjar Dewantara, salah satunya Maria Montessori.

Dilengkapi Fasilitas QR Code

Nama museum Dewantara Kirti Griya sendiri memiliki makna museum yang berisi hasil kerja keras Ki Hadjar Dewantara.

Museum ini dilengkapi dengan fasilitas QR Code sebagai bagian dari bagian dari modernisasi museum.

Melalui QR Code, pengunjung bisa menggali literatur baik berupa tulisan maupun video benda benda yang dipajang dengan mudah.

Misalnya beberapa foto yang dipajang bisa dibaca keterangannya melalui teknologi QR Code ini.

Di area museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan umum yang berada di samping sebelah timur dari museum.

Selain itu pengunjung juga bisa menyaksikan mesin cetak buku waktu itu yang digunakan Ki Hadjar Dewantara mencetak tulisan tulisannya.

Musuem ini terbuka untuk umum dari hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.30 WIB.

Untuk hari Jumat buka dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB dan hari Sabtu dari pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB, sementara untuk Minggu libur. (Tribun Jogja/Yudha Kristiawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved