Candi Borobudur

Cegah Kerusakan, Pengunjung Candi Borobudur Cuma Diperbolehkan Naik Sampai Lantai 8

Balai Konservasi Borobudur (BKB) membatasi akses wisatawan hanya bisa sampai lantai 8 ketika berwisata Candi Borobudur.

Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan
Candi Borobudur 

TRIBUNTRAVEL.COM – Balai Konservasi Borobudur (BKB) belum lama ini memberlakukan peraturan khusus bagi para pengunjung Candi Borobudur.

Peraturan ini terkait pembatasan akses wisatawan ke area Candi Borobudur yang hanya sampai lantai 8.

Hal ini untuk menghindari potensi kerusakan dan keausan pada batuan candi akibat terlalu banyak wisatawan yang datang.

Kepala BKB, Tri Hartono mengatakan bahwa selama masa pembatasan akses tersebut, pihak BKB akan melakukan monitoring dan evaluasi.

Tujuannya, untuk mengetahui kerusakan yang terjadi di lantai candi di lantai paling utama, Arupadatu.

"Lapis (lantai) yang terakhir yaitu 9 dan 10 kita batasi, hanya bisa dilihat dinikmati dari dari lantai 8," kata Tri.

Tri menjelaskan, kerusakan terjadi di lantai hampir 30 persen dan kerusakan di tangga-tangga naik ke atas candi mencapai 40 persen.

Kepala Seksi Konservasi BKB, Yudi Suhartono, menunjukkan tanda larangan masuk untuk lantai 9 dan 10 Candi Borobudur.
Kepala Seksi Konservasi BKB, Yudi Suhartono, menunjukkan tanda larangan masuk untuk lantai 9 dan 10 Candi Borobudur. (Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan)

Kerusakan ini bermacam-macam, berupa batuan candi yang aus dari 1 milimeter, 2 sentimeter, hingga 4 sentimeter.

“Di beberapa lokasi  bagi pengunjung juga ternyata membahayakan karena ada beberapa pengunjung yang terpeleset karena batunya sudah agak miring," kata Tri.

Keputusan pembatasan akses wisatawan di bagian paling suci candi ini dilaksanakan agar stupa induk dan lantai paling atas candi, Arupadatu, lebih terawat dan terlindung dari kerusakan.

"Kalau kerusakan-kerusakan ini dibiarkan terus menerus yang jelas kita akan kehilangan satu warisan nenek moyang yang cukup berarti bagi bangsa Indonesia ini,” kata Tri.

Tri pun berharap, warisan ini bisa tersambungkan ke generasi penerus yang akan datang.

Tidak hanya generasi kita saja yang meng-eksploitasi bangunan ini secara besar-besaran tapi menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Di satu sisi, kegiatan yang berhubungan dengan ritual keagamaan akan tetap diizinkan dengan persyaratan tertentu begitu juga dengan adanya tamu negara.

Selama pembatasan dilakukan, BKB akan melakukan upaya konservasi agar kerusakan sebesar 30 persen pada lantai candi tidak bertambah lagi. (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved