Kuliner

Unik, Ibu Hamil Bisa Makan Gratis di Warung Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni

Di Jogja, ada warung soto yang menggratiskan ibu hamil makan soto. Nama warungnya Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni.

Tribun Jogja / Susilo Wahid
Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni. 

Selain wadah batok, warung ini punya keunikan lain karena menyediakan soto gratis khusus untuk para ibu hamil.

“Bebas hamil usia kandungan berapapun, yang penting sedang hamil,” ujar Gandhi Isyoto selaku pemilik warung soto.

Sudah beberapa kali Gandhi melayani pembeli perempuan yang sedang hamil, soto pun digratiskan penuh.

Sementara tambahan lauk atau minum tetap dikenai tarif normal.

“Ada yang sejak hamil muda sampai anaknya lahir hampir tiap hari makan soto di sini, ya tiap hari saya gratiskan,” kata Gandhi.

Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni.
Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Soto gratis untuk para ibu hamil ini menurut Gandhi sebagai bentuk rasa berbagi dirinya bersama sang istri, Yuni Astuti.

Juga, menjadi semacam ungkapan rasa syukur Gandhi atas rezeki yang diterima saat ini.

Sekaligus, sebagai pengingat bahwa dirinya pernah mengalami masa-masa sulit ketika sang istri sedang hamil muda.

“Dulu waktu istri hamil dua bulan saya ada di keadaan yang serba sulit, untuk beli beras saja susah,” kata Gandhi.

Namun dengan segala upaya, kesabaran dan doa, Gandhi dan istri perlahan bangkit dan bisa mengelola warung soto seperti sekarang.

Justru dengan soto gratis untuk ibu hamil ini menjadi semacam strategi marketing tersendiri karena biasanya ibu hamil tidak datang sendiri.

Bisa mengajak suami, keluarga, kerabat atau teman untuk ramai-ramai datang.

“Nah kan ibu hamil ini pasti cerita ke keluarga, akhirnya banyak yang coba dan cocok,” kata Gandhi.

Selain soto gratis untuk ibu hamil, di warung ini disediakan soto wareg untuk 10 orang pertama yang hafal Surah Al Kahfi khusus pada hari Jumat.

Makin Lengkap dengan Es Dawet

Tak seperti warung soto kebanyakan, disediakan minuman dawet sebagai pelengkap soto.

Es dawet khas dari Kalasan ini dijual dengan harga Rp 3.500 saja.

Segelas es dawet terdiri dari santan, cendol dan gula merah.

Es dawet yang nikmat di Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni.
Es dawet yang nikmat di Soto Batok dan Dawet Kalasan Bu Yuni. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Manisnya pas, cocok dinikmati saat siang hari sekaligus penutup sajian soto.

“Sebenarnya saya jual es dawet dulu di sini, ternyata laris, setelah ada menu soto masih sediakan es dawet,” kata Gandhi.

Adalah sang istri, yang kali pertama mencetuskan ide membuat es dawet khas Kalasan.

Bukan suatu kebetulan karena sang istri adalah warga Kalasan yang mewarisi keahlian membuat es dawet dari orang tuanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved