Destinasi

Kolam Air Hangat Alami Jadi Daya Tarik di Candi Umbul Magelang

Candi Umbul di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang ramai dikunjungi warga karena terdapat kolam air hangat alami.

Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan
Wisatawan tengah menikmati air kolam di Candi Umbul yang terletak di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kabupaten Magelang tidak hanya memiliki Candi Borobudur yang menawan dan diakui sebagai salah satu keajaiban dunia.

Di wilayah ini, masih terdapat cukup banyak harta tersembunyi terutama yang berkaitan dengan sejarah khususnya berupa candi.

Salah satu harta tersembunyi tersebut adalah Candi Umbul yang berada di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah.

Lokasi candi bisa diakses melalui Jalan Magelang -Temanggung melalui Pringsurat, atau bisa juga melalui Grabag, Magelang.

Pintu Candi Umbul di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang.
Pintu Candi Umbul di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang. (Tribun Jogja / Rendika Ferri Kurniawan)

Candi Umbul ini termasuk salah satu situs bersejarah peninggalan Mataram kuno yang diperkirakan pada abad 8 Masehi .

Di sekelilingnya, terdapat beberapa perbukitan dan lahan persawahan yang hijau.

Konon, area candi ini menjadi tempat pemandian puteri-puteri raja di masa itu.

Sumber mata air panas di sana tak pernah kering bahkan saat kemarau.

Tempat pemandian air panas itu pun masih berdiri dan digunakan oleh masyarakat saat ini.

"Candi Umbul ini termasuk peninggalan tua, sebelum candi Borobudur. Candi Umbul ini adalah satu candi yg tertua di Magelang," kata Iswanto (51), Juru Pelihara Candi Umbul.

Sebelum ditemukan, Candi Umbul terpendam di dalam tanah di lahan persawahan warga setempat.

Aliran Kali Elo saat banjir kerap membanjiri lahan tempat candi berdiri.

Sampai kemudian salah satu warga yang kebetulan sedang membuat kolam, menggali ke dalam tanah, tiba-tiba menemukan batuan yang mirip dengan struktur candi.

Batu-batu itu ditemukan banyak jumlahnya dan membentuk struktur seperti kolam.

Warga pun terus menggali, hingga terlihatlah sebuah kolam bekas tempat pemandian kuno.

Di tengah-tengahnya, air panas memancar keluar dari mata air atau umbul.

Di sekitar kolam itu juga ditemukan dua buah candi kecil, seperti gerbang sebagai akses masuk.

"Dahulu mungkin juga sempat terkena erupsi, gempa bumi dan banjir, sehingga terkuburm,” tutur Iswanto.

Bahkan dari cerita Iswanto, dahulu ketika banjir di Sungai Elo meluber, semua candi rata karena air masuk sampai area candi.

Terdapat Aliran Air Hangat

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved