Kuliner

Rekomendasi Warung Sop di Jogja : Sop Merah

Sop Merah Jogja, varian masakan sop yang begitu digandrungi banyak orang.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Susilo Wahid Nugroho
Tribun Jogja / Susilo Wahid
Tambahan telur ayam di Sop Merah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pecinta kuliner di Jogja tentu sudah tidak asing lagi dengan Sop Merah. 

Ini karena varian masakan sop ini begitu digandrungi banyak orang. 

Bukan hanya karena citarasa sop yang segar, kuliner ini juga punya ciri khas. 

Yaitu, rasa pedas dengan aroma khas yang tidak ditemui di masakan sop di tempat lainnya. 

Kata si Pemilik Sop Merah, Aditya Candra, rasa pedas Sop Merah berasal dari cabe giling yang dimasak secara khusus. 

“Cabe pilihan dengan kualitas bagus kita giling, lalu kita masak tujuh jam,” kata Aditya. 

Konon, dari campuran cabe giling berwarna merah inilah yang membuat banyak orang kemudian menyebut sop ini sebagai Sop Merah. 

Karena campuran cabe giling itu membuat kuah sop menjadi berwarna merah.

Sop andalan di Warung Sop Merah.
Sop andalan di Warung Sop Merah. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Bermula dari Mie Goreng

Aditya adalah generasi kedua pemilik Warung Sop Merah. 

Ibunda Aditya yang bernama Sri Sunarsih lah yang merintis warung ini sejak 1993. 

“Dulu awalnya ibu jual mie goreng dan nasi goreng, awalnya kurang begitu laku,” kata Aditya. 

Menurut penuturan Aditya, ibunya kemudian berinisiatif memasak sop sebagai menu alternatif.

Namun lambat laun, justru masakan sop itu yang justru diminati para pembeli. 

Dan jadilah masakan sop ini menjadi menu andalan.

Sedangkan berbagai olahan masakan mie dan nasi goreng tak lagi dibuat. 

“Ya sejak 1993 itu jualan mie, nasi goreng sampai sekarang jual sop di sini (warung sekarang), ini dulu rumah ibu,” kata Aditya.

Sop Ceker Paling Diminati

Pilihan bagian potongan ayam di Warung Sop Merah.
Pilihan bagian potongan ayam di Warung Sop Merah. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Di Warung Sop Merah, pembeli bebas memilih bagian ayam yang akan diolah menjadi sop. 

Mulai dari sayap, kepala, ati, paha dan juga ceker. 

Dari sekian pilihan itu, ceker ayam yang menurut Aditya selalu cepat habis. 

“Paling laris ya ceker, paha atas juga lumayan banyak peminatnya,” kata Aditya. 

Karena telah dimasak dan berbumbu, daging ayam di Sop Merah ini terasa empuk. 

Saat dipadukan dengan kuah sop segar dan cabai giling warna merah, menimbulkan cita rasa khas berbeda dari sop pada umumnya. 

Penambahan telur ayam dan sayuran semacam kobis, loncang dan juga wortel membuat sop semakin lengkap. 

Untuk harga, mulai dari Rp 9 ribu sampai Rp 15 ribu saja. 

Jika ingin menuju Warung Sop Merah, kamu bisa lewat Jl Tamsis lalu ambil arah kanan (barat) di simpang empat Tamsis. 

Warung Sop Merah berada tepat di sudut simpang tiga setelah SPBU. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved