Dinas Pariwisata Bantul dan UPN Veteran Kembangkan Aplikasi untuk Digitalisasi Spot Wisata

Dinas Pariwisata Bantul mengembangkan aplikasi dalam upaya mengembangkan dunia pariwisata Bantul bernama Expplore Dlingo.

Tribun Jogja / Susilo Wahid
Wisatawan memadati kawasan Hutan Pinus Mangunan, Dlingo Bantul beberapa waktu lalu. Mangunan menjadi salah satu spot yang terdata dalam aplikasi Explore Dlingo. 

TRIBUNTRAVEL.COM –  Dinas Pariwisata Bantul mengembangkan aplikasi dalam upaya mengembangkan dunia pariwisata Bantul.

Aplikasi tersebut bernama Explore Dlingo, hasil kerjasama dengan Lembaga Peneliti dan Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta.

kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, aplikasi ini bermanfaat untuk memudahkan masyarakat khususnya wisatawan mengetahui informasi seputar spot wisata di kawasan Dlingo.

Saat ini, sudah ada 18 destinasi wisata yang tersebar dikawasan Dlingo, Mangunan, Muntuk, Terong dan Jatimulyo terdata dalam aplikasi ini.

“Semuanya dilengkapi dengan review, foto dan petunjuk jalan menuju lokasi,” kata Kwintarto beberapa waktu lalu.

Lanjut Kwintarto, pengembangan pariwisata berbasis digital dipandang sejalan dengan semangat menuju pengembangan pariwisata masa depan.

Harapannya, dapat mempermudah wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Bantul meskipun aplikasi tersebut menurut dia masih membutuhkan evaluasi. 

"Intinya kami senang, lembaga perguruan tinggi komitmen untuk pengembangan sektor wisata," ucap Kwintarto.

Tampilan laman download aplikasi
Tampilan laman download aplikasi "Explore Dlingo" di perangkat android. (IST)

Sementara itu, perwakilan UPN Veteran Yogyakarta, Sri Kussujaniatun menceritakan, penelitian untuk membuat aplikasi ini bertujuan sebagai supporting atau mendukung strategi promosi wisata.

Apalagi, Kabupaten Bantul menurut dia memiliki potensi yang sangat luar biasa, terutama di kawasan Dlingo.

"Disana sudah pernah dikunjungi Barack Obama dan Presiden Jokowi," terangnya. 

Dari kunjungan dua orang penting itu, kemudian banyak orang yang ingin datang kesana.

Bukan hanya wisatawan domestik saja tetapi dari mancanegara.

Karena itu, pihaknya kemudian tertarik membuat aplikasi, mempermudah wisatawan, diberi nama Explorer Dlingo. 

Aplikasi tersebut, menurut dia, merupakan tahap awal.

Artinya, masih membutuhkan pengembangan di masa yang akan datang.

Jika masih dipercaya, pihaknya mengaku kedepan ingin melengkapinya.

"Bukan hanya destinasi wisata, tetapi kuliner, kerajinan produk wisata hingga homestay," kata dosen jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu. (Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved