Kuliner

Nasi Tumpang Pak Suprih, Kuliner Super Sederhana yang Diburu Orang

Di Boyolali, Jawa Tengah, lauk tahu dan tempe bisa diolah menjadi masakan super nikmat dan jadi buruan banyak orang.

Tribun Jogja / Susilo Wahid
Nasi Tumpang Pak Suprih. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Tahu dan tempe, dua jenis lauk ini terkadang identik dengan makanan sederhana dan menjadi pilihan kedua.

Tapi di tangan warga Boyolali, Jawa Tengah, tahu dan tempe bisa diolah menjadi masakan super nikmat dan jadi buruan banyak orang.

Namanya sambel tumpang, kuliner bercitarasa pedas yang bahan bakunya adalah tahu dan tempe.

Salah satu tempat kamu bisa menikmati sambel tumpang adalah di Warung Sambel Tumpang Pak Suprih yang buka sejak sekitar 30 tahun lalu.

Saking larisnya, tempat ini selalu penuh pelanggan setiap pagi hingga menjelang sore hari.

Bayangkan saja, hampir 1000 porsi nasi tumpang bisa habis diserbu pembeli dalam sehari.

Nasi tumpang Pak Suprih dibungkus dauh pisang dan kertas minyak.
Nasi tumpang Pak Suprih dibungkus daun pisang dan kertas minyak. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Tempat Sederhana

Nasi Tumpang Pak Suprih beralamat di Jl. Tentara Pelajar No. 107, Kiringan, Dusun Kiringan 2, Kec. Boyolali, Kab. Boyolali, Jawa Tengah.

Lokasi warung cukup mudah dijangkau, karena berada di pinggir jalur lingkar Boyolali yang dilewati kendaraan besar seperti bus dan truk.

Dari arah Terminal Sunggingan (terminal lama), ikuti saja jalan besar menuju arah Solo.

Warung Nasi Tumpang Pak Suprih ada di sudut lampu merah simpang empat tak jauh dari RS. Umi Barokah Boyolali.

Warung berukuran sekitar 5x7 meter ini tampak sederhana dengan sejumlah kursi dan meja kayu di dalam dan sisi luar warung.

Di sekeliling warung, terdapat beberapa pohon perindang yang membuat tempat ini menjadi teduh.

 “Dari saya kecil, bapak jualan di warung ya seperti ini, tidak ada rencana diperbesar atau dibangun yang gimana-gimana,” kata salah satu anak alm Pak Suprih, Supriyanti.

Warung Nasi Tumpang Pak Suprih.
Warung Nasi Tumpang Pak Suprih. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Cita Rasa Sambel Tumpang Sesungguhnya

Nasi tumpang sebenarnya masakan rumahan warga Boyolali, Surakarta dan sekitarnya.

Kuliner satu ini terbuat dari tahu dan tempe sebagai bahan utama dan berkuah santan.

Tempe yang dipakai harus tempe semangit (hampir busuk) lalu diuleg bersama bumbu-bumbu semacam bawang merah, bawang putih, cabe, kulit jeruk dan lainnya. 

Bumbu ini kemudian dicampur kuah santan, irisan tahu, disajikan dengan tambahan sayur rebus segar bersama nasi putih.

Di warung Nasi Tumpang Pak Suprih, sambel tumpang terasa nikmat dan menimbulkan cita rasa nasi tumpang yang sesungguhnya.

Ditandai dengan aroma tempe bercampur bumbu yang khas, terasa pedas dan tentu tekstur tahu yang empuk.

Menurut Supriyanti, semua orang sebenarnya bisa membuat nasi tumpang.

“Bumbunya gampang, yang beda di sini selalu masak dengan kayu bakar. Didiamkan dulu di atas tungku semalaman baru disajikan,” kata Supriyanti.

Harga Merakyat

Satu porsi Nasi Tumpang Pak Suprih yang dibungkus dengan daun pisang dijual seharga Rp 5 ribu rupiah saja.

Cukup murah untuk kuliner yang sudah melegenda dan menjadi salah satu masakan favorit di suatu daerah.

Per porsinya cukup untuk mengisi perut sampai kenyang.

Tapi tak jarang, beberapa pelanggan mengambil sampai dua bungkus nasi tumpang.

Pilihan lauk di Nasi Tumpang Pak Suprih.
Pilihan lauk di Nasi Tumpang Pak Suprih. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Selain nasi tumpang, disediakan lauk pendamping diantaranya tahu goreng, tempe tepung dan juga kerupuk.

Gorengan di sini juga dijual dengan harga cukup murah, Rp 1 ribu rupiah saja per buah.

Bagaimana? Berminat untuk mencicipi Nasi Tumpang Pak Suprih di Boyolali? (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved